PRESSCORNER.ID – TAIPEI. Taiwan mengecam langkah China yang menerapkan aturan pengendalian lalu lintas terhadap kapal yang akan memasuki Selat Taiwan di tengah ancaman Topan Dolphin.
Taipei menyebut langkah tersebut sebagai tindakan “konyol” dan menegaskan China tidak memiliki hak untuk membatasi akses terhadap perairan internasional.
China menganggap, Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, meskipun pulau tersebut memiliki pemerintahan demokratis sendiri. Beijing juga mengklaim Selat Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.
Klaim tersebut ditolak Taiwan dan Amerika Serikat (AS).
Media pemerintah China pada Rabu (6/8) melaporkan bahwa karena Topan Dolphin mendekat, mulai Kamis malam kapal-kapal yang bergerak ke utara melalui pintu masuk bagian selatan Selat Taiwan diwajibkan mematuhi aturan pengendalian lalu lintas.
Seluruh kapal diminta mematuhi ketentuan yang berlaku, memilih perairan yang aman untuk berlindung dari badai serta mengikuti instruksi otoritas pengelola maritim setempat demi menjamin keselamatan pelayaran.
Taiwan Sebut China Abaikan Hukum Internasional
Dewan Urusan Daratan Taiwan dalam pernyataan pada Jumat (7/8) malam mengecam pernyataan dari otoritas China tersebut.
“Pernyataan yang tidak masuk akal dan kasar dari departemen terkait Partai Komunis China mencerminkan ketidaktahuan, pengabaian dan penginjak-injakan terhadap tatanan serta norma internasional. Ini benar-benar konyol,” ujar Dewan Urusan Daratan Taiwan.
Taiwan juga menegaskan bahwa urusan internalnya tidak membutuhkan campur tangan dari pemerintah China.
Dalam pernyataan terpisah yang dirilis pada waktu yang sama, Penjaga Pantai Taiwan mengatakan tidak mendeteksi adanya “pergerakan abnormal” kapal-kapal China.
Penjaga Pantai Taiwan juga mengatakan belum menerima laporan dari perusahaan pelayaran terkait gangguan siaran komunikasi.
Kapal dagang dan kapal kargo yang melintasi kawasan tersebut diminta mengabaikan instruksi melalui siaran radio yang mungkin diterima dari China dan segera melaporkan setiap insiden kepada otoritas Taiwan.
Penjaga Pantai Taiwan mengatakan pihaknya akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk memastikan kebebasan dan keselamatan navigasi.
Selat Taiwan Jadi Jalur Strategis
Topan Dolphin diperkirakan bergerak ke utara Taiwan dan mencapai daratan di pesisir timur China pada Sabtu malam atau Minggu dini hari.
Selat Taiwan merupakan salah satu jalur pelayaran penting bagi perdagangan global. Miliaran dolar AS nilai perdagangan setiap tahun melewati kawasan tersebut.
China juga mengerahkan kapal militernya di sekitar Selat Taiwan hampir setiap hari, menambah sensitivitas keamanan di wilayah tersebut.
Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing dan menegaskan bahwa hanya masyarakat Taiwan yang memiliki hak untuk menentukan masa depan pulau tersebut.











