BeritaBisnis

Revisi RBB, Bank Danamon (BDMN) Tetap Targetkan Kredit Tumbuh 10%-15%

Avatar photo
1
×

Revisi RBB, Bank Danamon (BDMN) Tetap Targetkan Kredit Tumbuh 10%-15%

Sebarkan artikel ini
Revisi RBB, Bank Danamon (BDMN) Tetap Targetkan Kredit Tumbuh 10%-15%


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. PT Bank Danamon Indonesia Tbk melakukan penyesuaian terhadap Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 seiring perubahan kondisi ekonomi dan geopolitik global. Namun, bank tetap mempertahankan target pertumbuhan kredit di kisaran low double digit pada tahun ini.

Consumer Funding & Wealth Business Head Bank Danamon Ivan Jaya mengatakan, revisi RBB merupakan hal yang wajar untuk menyesuaikan perkembangan kondisi pasar yang tak diperkirakan saat rencana bisnis disusun.

“Kalau soal RBB, ada revisi pasti akan ada karena menyesuaikan kondisi pasar. Waktu RBB dibuat tahun lalu tentunya kita tidak bisa menduga akan ada perang AS-Iran, misalnya. Jadi ada penyesuaian sedikit,” ujar Ivan saat ditemui, Selasa (14/7/2026).

Di tengah perubahan tersebut, ia bilang pihaknya berupaya menangkap peluang dengan meningkatkan kontribusi pendapatan berbasis komisi atau fee based income.

Toh, sejumlah lini bisnis mencatat pertumbuhan yang positif secara tahunan. Ivan mengungkapkan, transaksi valuta asing (forex) tumbuh sekitar 35%, bancassurance naik hampir 30%, sementara penjualan produk investasi seperti reksadana dan obligasi juga masih mencatat pertumbuhan dua digit meski kondisi pasar berfluktuasi.

“Kami mencoba meningkatkan pendapatan fee based dibandingkan tahun sebelumnya dan memanfaatkan peluang yang ada dengan menyesuaikan kondisi pasar,” katanya.

Dari sisi intermediasi, hingga Maret 2026 kredit Danamon, termasuk trade finance, tumbuh sekitar 9% secara tahunan menjadi Rp 216 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) meningkat sekitar 16% menjadi Rp 176 triliun.

Untuk sepanjang 2026, Danamon masih optimistis laju pertumbuhan masih bakal sejalan dengan capaian sejauh ini. Ivan bilang pihaknya tetap membidik pertumbuhan kredit di kisaran 10%–15%.

“Low double digit selalu menjadi target kami untuk pertumbuhan kredit, antara 10% sampai 15%, sedangkan pertumbuhan dana juga akan mengikuti,” tutup Ivan.