BeritaInternasional

McDonalds Waspadai Perlambatan Penjualan Kuartal II, Dipicu Harga BBM Tinggi

Avatar photo
7
×

McDonalds Waspadai Perlambatan Penjualan Kuartal II, Dipicu Harga BBM Tinggi

Sebarkan artikel ini
McDonalds Waspadai Perlambatan Penjualan Kuartal II, Dipicu Harga BBM Tinggi


PRESSCORNER.ID – McDonald’s memperkirakan perlambatan pertumbuhan penjualan pada kuartal II-2026, seiring tekanan berkelanjutan pada konsumen berpendapatan rendah akibat tingginya harga bahan bakar.

Kondisi ini juga tercermin dari kinerja penjualan kuartal pertama di pasar Amerika Serikat (AS) yang berada di bawah ekspektasi.

Melansir Reuters Kamis (7/5/2026), manajemen McDonald’s menyebut kenaikan harga bahan bakar memberikan dampak yang lebih besar terhadap kelompok konsumen berpendapatan rendah.

“Harga bensin yang tinggi adalah isu utama yang kami lihat saat ini,” ujar CEO McDonald’s Chris Kempczinski dalam panggilan konferensi pendapatan.

Ia menambahkan bahwa inflasi di sektor energi “akan berdampak tidak proporsional terhadap konsumen berpenghasilan rendah, dan tekanan ini diperkirakan akan berlanjut.”

Saham McDonald’s sempat menguat di perdagangan pre-market, namun kemudian hanya naik tipis 0,6% pada awal perdagangan.

Perusahaan mencatat penjualan same-store di AS dan pasar internasional sedikit negatif pada April.

CFO Ian Borden mengatakan perusahaan memperkirakan perlambatan signifikan pada pertumbuhan kuartal II dibandingkan kuartal sebelumnya.

“Lingkungan makro saat ini tidak membaik, dan mungkin bahkan sedikit memburuk,” ujar Kempczinski.

Untuk menjaga permintaan, McDonald’s memperkuat strategi harga melalui platform McValue di Amerika Serikat, dengan menu harian di bawah US$3 serta paket sarapan US$4. Manajemen menyebut respons awal konsumen sesuai ekspektasi.

Pada kuartal I-2026, penjualan same-store di AS tumbuh 3,9%, namun masih di bawah ekspektasi pasar sebesar 4,2%.

Sejumlah jaringan restoran cepat saji di AS seperti Shake Shack, Papa John’s, Wingstop, dan Domino’s juga melaporkan perlambatan pertumbuhan penjualan, dengan sebagian menyebut dampak ketidakpastian ekonomi dan tekanan geopolitik sebagai faktor tambahan.

Analis menilai, konsumen berpendapatan rendah kini semakin selektif dalam pengeluaran, cenderung memilih menu sederhana atau item tunggal dibandingkan paket lengkap.

Sebagai respons, berbagai jaringan restoran memperluas strategi value menu untuk menarik konsumen sensitif harga, termasuk McDonald’s yang memperluas tier harga US$3 dan US$4 sejak April.

Di pasar global, penjualan same-store McDonald’s naik 3,8%, sedikit di bawah ekspektasi 3,95%, namun membaik dibandingkan penurunan 1% pada tahun sebelumnya.

Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan McDonald’s tercatat US$6,52 miliar, melampaui estimasi US$6,47 miliar berdasarkan data LSEG. Laba per saham yang disesuaikan berada di level US$2,83, juga di atas ekspektasi US$2,74.