PRESSCORNER.ID – Indeks S&P 500 dan Nasdaq bertahan mendekati rekor tertinggi pada perdagangan Kamis (7/5/2026), didukung penurunan harga minyak yang berlanjut di tengah meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan terbatas antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Melansir Reuters, pukul 09:40 waktu AS, Dow Jones Industrial Average naik 39,22 poin atau 0,08% ke 49.949,81. S&P 500 menguat 5,43 poin atau 0,07% ke 7.370,55 dan Nasdaq Composite naik 79,70 poin atau 0,31% ke 25.918,64.
Dari 11 sektor utama S&P 500, enam berada di zona merah, dengan sektor energi menjadi penekan terbesar setelah turun 2,1% mengikuti pelemahan harga minyak.
Sentimen pasar menguat setelah muncul optimisme bahwa kedua negara tengah mengarah pada kesepakatan sementara yang berpotensi meredakan konflik dan membuka kembali jalur pasokan energi melalui Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia.
Iran disebut masih akan memberikan respons terhadap proposal perdamaian tersebut.
Di pasar global, indeks saham mencetak level tertinggi baru, sementara harga minyak turun sekitar 4% dan kembali menjauh dari level US$100 per barel.
“Jika konflik ini berlanjut, itu karena Iran ingin mempertahankannya. Tapi saya pikir Trump ingin menyelesaikan ini,” ujar Robert Pavlik, Senior Portfolio Manager Dakota Wealth.
Reli saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) juga menjadi faktor utama yang menopang penguatan Wall Street dalam beberapa waktu terakhir.
Investor terus merespons positif permintaan AI yang kuat, musim laporan keuangan yang solid, serta data ekonomi yang stabil.
Namun pada perdagangan Kamis, sektor teknologi menunjukkan pelemahan terbatas. Saham Arm Holdings turun 6,9% di tengah kekhawatiran terkait pasokan chip untuk produk AI, meski perusahaan membukukan proyeksi kinerja yang kuat.
Saham produsen chip lainnya juga tertekan, dengan Intel turun 3,3% dan AMD melemah 2%.
Di sisi data ekonomi, jumlah klaim tunjangan pengangguran di AS naik lebih rendah dari perkiraan, menunjukkan pasar tenaga kerja masih solid dengan tingkat PHK yang rendah.
Investor kini menanti rilis data ketenagakerjaan nonfarm payrolls pada Jumat. Ekonom memperkirakan penambahan 62.000 lapangan kerja pada April, setelah kenaikan 178.000 pada Maret berdasarkan jajak pendapat Reuters.
Pelaku pasar juga masih memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga hingga akhir tahun, seiring kuatnya pasar tenaga kerja dan harga energi yang tetap tinggi.
Ekspektasi ini berubah signifikan dibandingkan sebelumnya, ketika pasar sempat memperhitungkan beberapa kali penurunan suku bunga.
Sejumlah pejabat The Fed, termasuk Neel Kashkari, Beth Hammack, dan John Williams, dijadwalkan menyampaikan pernyataan dalam waktu dekat.
Pergerakan saham individual
Di pasar saham, sektor keamanan siber mencatat penguatan setelah Datadog menaikkan proyeksi laba tahunan.
Saham Datadog melonjak 30%, sementara CrowdStrike dan Palo Alto Networks masing-masing naik 4,8% dan 6,4%.
Sebaliknya, Snap turun 2,2% setelah pendapatan iklan kuartal pertamanya terdampak konflik Timur Tengah dan perlambatan pertumbuhan di Amerika Utara.
Whirlpool juga melemah tajam 13% setelah gagal memenuhi estimasi penjualan kuartal pertama dan menghentikan pembagian dividen.











