BeritaBisnis

Ekonomi Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026, Ini Lima Sektor Penopang Ekonomi

Avatar photo
10
×

Ekonomi Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026, Ini Lima Sektor Penopang Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Ekonomi Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026, Ini Lima Sektor Penopang Ekonomi


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor industri pengolahan bersama empat sektor utama lainnya kembali menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi serta pertambangan masih menjadi lapangan usaha dengan distribusi terbesar terhadap PDB, yakni total 63,52%. Namun, pertumbuhannya secara tahunan masih dikalahkan oleh akomodasi makanan dan minuman sebesar 13,14% secara year on year (yoy).

Perinciannya, distribusi industri pengolahan menyumbang 19,07% terhadap PDB, dengan pertumbuhan 5,04% yoy di kuartal I-2026. Sektor perdagangan berkontribusi 13,28% ke PDB, tumbuh 6,26% yoy. Disusul pertanian menyumbang 12,67% ke PDB dan tumbuh 4,97% yoy serta konstruksi berkontribusi sebesar 5,49% terhadap PDB dan tumbuh 5,49% yoy.

Adapun sektor lapangan usaha pertambangan berkontribusi 6,11% ke PDB, meski terkontraksi 2,14% yoy pada kuartal I-2026.

“Di mana hal ini didorong oleh peningkatan penyediaan makanan dan minuman pada momen libur nasional dan perluasan cakupan Makan Bergizi Gratis,” terang Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti pada konferensi pers, Selasa (5/5/2026).

Lebih lanjut Amalia mengungkapkan, kinerja industri pengolahan masih solid didorong oleh kombinasi permintaan dalam negeri serta pasar global. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan dan besarnya distribusi lima sektor lapangan usaha utama disebabkan oleh meningkatnya permintaan domestik di awal tahun.

“Industri pengolahan tumbuh karena didorong oleh permintaan domestik dan dari permintaan luar negeri,” ujar Amalia.

Secara rinci, industri pengolahan didorong pertumbuhan lapangan usaha industri makanan dan minuman tumbuh 7,04% yoy yang didukung oleh  peningkatan permintaan domestik selama momentum Ramadan dan Idul Fitri. Selain itu, peningkatan produksi beras serta permintaan ekspor crude palm oil (CPO) dan crude palm kernel oil (CPKO) turut mendorong kinerja sektor ini.

Kinerja kuat juga terlihat pada industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik yang tumbuh 10,35% yoy, seiring meningkatnya permintaan ekspor untuk komponen elektronik dan baterai.

Sementara itu, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 7,41% yoy, didorong oleh peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Tak hanya industri pengolahan, sektor utama lainnya juga menunjukkan kinerja positif. Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, tumbuh 6,26% yoy. Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya produksi barang domestik dan impor, konsumsi barang modal dan bahan baku, serta lonjakan belanja masyarakat dan aktivitas perdagangan berbasis elektronik.

Dari sektor pertanian, pertumbuhan tercatat sebesar 4,97% yoy, didorong oleh peningkatan produksi dan permintaan domestik. Tanaman pangan tumbuh 7,58% seiring panen raya yang berlangsung pada kuartal I 2026.

Selain itu, subsektor peternakan mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 11,84% yoy, sejalan dengan meningkatnya permintaan daging ayam ras dan telur, terutama untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan Idul Fitri serta program Makan Bergizi Gratis.

Adapun sektor konstruksi tumbuh 5,49% yoy, didukung oleh meningkatnya aktivitas pembangunan infrastruktur fisik. Hal ini sejalan dengan realisasi belanja modal pemerintah, meningkatnya proyek konstruksi swasta, termasuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Koperasi Desa Merah Putih, serta ketersediaan bahan baku konstruksi.

Amalia menyimpulkan, penguatan sektor industri pengolahan dan sektor-sektor utama lainnya mencerminkan meningkatnya aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan domestik yang terus membaik pada awal tahun.