BeritaInternasional

Harga Emas Melemah, Bayang Inflasi dan Negosiasi AS-Iran Jadi Sorotan Pasar

Avatar photo
3
×

Harga Emas Melemah, Bayang Inflasi dan Negosiasi AS-Iran Jadi Sorotan Pasar

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Melemah, Bayang Inflasi dan Negosiasi AS-Iran Jadi Sorotan Pasar


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Harga emas dunia bergerak melemah tipis pada perdagangan Senin (awal pekan), dipengaruhi kekhawatiran inflasi yang membayangi arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Di sisi lain, pelaku pasar masih menanti perkembangan negosiasi damai antara AS dan Iran.

Harga emas spot tercatat turun 0,5% ke level US$ 4.588,71 per ons pada pukul 06.55 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni melemah 0,9% menjadi US$ 4.600,60 per ons.

Pergerakan pasar relatif sepi karena sejumlah bursa utama di kawasan Asia dan Eropa, seperti China, Jepang, dan Inggris, tutup dalam rangka libur.

Sentimen pasar juga dipengaruhi pernyataan Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, yang mengakhiri masa jabatannya selama delapan tahun dengan mempertahankan suku bunga tetap, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi.

Analis menilai sikap bank sentral AS yang cenderung hawkish masih membebani harga emas. “Emas masih merasakan dampak dari pesan hawkish The Fed pekan lalu, terutama adanya perbedaan pandangan yang menolak pelonggaran kebijakan lebih lanjut,” ujar Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer.

Sejumlah pejabat The Fed bahkan menilai lonjakan harga minyak akibat konflik Iran dapat mengubah arah kebijakan moneter. Mereka menekankan bahwa bank sentral tidak lagi condong pada pemangkasan suku bunga, bahkan membuka peluang kenaikan biaya pinjaman di masa depan.

Kenaikan harga minyak berpotensi mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini biasanya menekan aset non-yielding seperti emas, karena tidak memberikan imbal hasil bunga.

Harga minyak sendiri sempat melemah, namun masih bertahan di atas US$ 100 per barel. Ketidakpastian terkait potensi kesepakatan damai antara AS dan Iran tetap menjadi perhatian utama pasar.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mulai membantu membebaskan kapal-kapal yang terjebak di kawasan Teluk akibat konflik AS-Israel dengan Iran. Insiden juga dilaporkan terjadi di Selat Hormuz, di mana sebuah kapal tanker dilaporkan terkena proyektil yang belum diketahui asalnya.

Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Washington telah menyampaikan respons terhadap proposal 14 poin dari Teheran melalui Pakistan, dan saat ini tengah dikaji oleh pihak Iran.

Ke depan, prospek harga emas masih dipengaruhi dinamika geopolitik dan inflasi global. Waterer memperkirakan harga emas akan bergerak di kisaran US$ 4.400 hingga US$ 5.500 per ons hingga akhir tahun.

Kenaikan menuju batas atas kisaran tersebut memerlukan penurunan ketegangan di Timur Tengah serta meredanya tekanan inflasi. Sebaliknya, harga minyak yang tetap tinggi dapat menahan emas di kisaran bawah.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,6% menjadi US$ 74,91 per ons. Platinum relatif stabil di US$ 1.989, sementara paladium melemah 0,4% ke level US$ 1.519,78 per ons.