PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Menjelang rilis data pertumbuhan ekonomi nasional oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang dijadwalkan pukul 11.00 WIB hari ini, sejumlah ekonom memproyeksikan kinerja ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tetap tumbuh solid di atas 5%.
Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal I-2026 mencapai sekitar 5,3% secara tahunan (year on year/YoY). Angka ini relatif stabil dibandingkan realisasi pada kuartal IV-2025.
“Pertumbuhan kurang lebih sama dibandingkan Q4 2025, yakni di kisaran 5,3%,” ujarnya kepada Kontan.
Ia menjelaskan, dari sisi eksternal, kinerja net ekspor diperkirakan mengalami penurunan. Hal ini seiring pertumbuhan impor yang cukup kencang sepanjang kuartal I-2026, namun tidak diimbangi oleh ekspor.
Sementara itu, dari sisi domestik, beberapa indikator konsumsi menunjukkan adanya perlambatan, seperti penjualan ritel serta penjualan mobil dan sepeda motor. Kondisi ini sebagian dipengaruhi oleh jumlah hari kerja yang lebih sedikit pada awal tahun.
Meski demikian, konsumsi selama periode Ramadan dan Lebaran dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga tetap menopang pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, komponen belanja pemerintah diperkirakan mengalami akselerasi, didorong oleh efek basis rendah (low base) pada tahun lalu akibat efisiensi anggaran. Selain itu, komponen investasi juga menunjukkan perbaikan, tercermin dari meningkatnya belanja modal pemerintah serta impor barang modal.
Ekonom Bank Danamon Indonesia Hosianna Evalita Situmorang juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan berada di kisaran 5,40%.
“Pertumbuhan tahunan Indonesia diperkirakan tetap solid di 5,40%. Perkiraan ini mencerminkan pola belanja fiskal yang berubah, di mana pemerintah melakukan front-loading belanja di awal tahun,” ujarnya.
Selain itu, faktor musiman Idulfitri yang jatuh pada Maret 2026 turut mendorong konsumsi rumah tangga.
Senada, Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia Banjaran Surya Utomo memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 dapat mencapai 5,41% YoY.
“Kami optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 akan mencapai 5,41% YoY,” ujarnya.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang menguat seiring penyaluran tunjangan hari raya (THR) dan momentum Lebaran, serta percepatan belanja pemerintah di awal tahun.
Ia menyebut, realisasi belanja negara pada kuartal I-2026 mencapai Rp 815 triliun atau tumbuh 31,4% YoY, jauh di atas pola historis.
Selain itu, pertumbuhan juga didukung oleh investasi, sejalan dengan realisasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang mencapai Rp 498,8 triliun atau tumbuh 7,2% YoY, terutama pada sektor hilirisasi industri.
Dengan berbagai indikator ekonomi tersebut, para ekonom menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal tahun ini tetap berada dalam jalur positif, meskipun dihadapkan pada tantangan eksternal dan dinamika konsumsi domestik.











