PRESSCORNER.ID-JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,61% secara year on year (YoY).
Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan pertumbuhan pada kuartal I-2025 yang hanya 4,87% YoY.
Realisasi tersebut juga menjadi yang pertumbuhan tertinggi PDB pada kuartal pertama setelah lebih dari satu dekade atau sejak kuartal I-2014, yang tumbuh di angka 5,2% yoy.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) pada kuartal I-2026 mencapai Rp 6.187,2 triliun, sementara PDB atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp 3.447,7 triliun.
“Ekonomi Indonesia berdasarkan pada kuartal I 2026 bila dibandingkan dengan kuartal I 2025 atau secara YoY tumbuh sebesar 5,61%,” ujar Amalia dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026).
Secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mengalami kontraksi 0,77%.
Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, sebesar 5,04% yoy dengan kontribusi 19,07% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Industri pengolahan juga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi ekonomi yakni sebesar 1,03% yoy
Menurut pengeluaran, Konsumsi rumah tangga menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang tumbuh 5,52% yoy, dengan porsi sebesar 54,26% terhadap PDB.
Sementara Pembentuk Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,96% yoy dan berkontribusi sebesar 28,29% terhadap PDB.
Adapun ekspor tumbuh 0,90% yoy dengan kontribusi 21,22% terhadap PDB.
Konsumsi pemerintah tercatat tumbuh signifikan sebesar 21,81% yoy dengan kontribusi ke PDB sebesar 6,72%.
“Konsumsi Rumah Tangga dan PMTB merupakan komponen dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi pada triwulan I 2026, dengan total kontribusi sebesar 82,65%,” ungkap Amalia.
Sementara itu komponen dengan pertumbuhan tinggi yaitu konsumsi pemerintah yang didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai melalui realisasi pembayaran gaji ke-14 (THR) serta belanja barang dan jasa terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa program Makan Bergizi Gratis (MBG),











