BeritaInternasional

Barclays Prediksi The Fed Tahan Suku Bunga Sepanjang 2026, Ini Pemicunya

Avatar photo
6
×

Barclays Prediksi The Fed Tahan Suku Bunga Sepanjang 2026, Ini Pemicunya

Sebarkan artikel ini
Barclays Prediksi The Fed Tahan Suku Bunga Sepanjang 2026, Ini Pemicunya


PRESSCORNER.ID – Barclays menjadi salah satu lembaga keuangan terbaru yang memperkirakan tidak akan ada pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve sepanjang 2026.

Proyeksi ini didorong oleh tingginya harga energi akibat konflik Iran yang berpotensi menjaga inflasi tetap tinggi.

Mengutip Reuters, Senin (4/5/2026), sebelumnya Barclays memperkirakan bank sentral AS akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September 2026.

Namun, proyeksi tersebut kini direvisi. Meski begitu, Barclays masih mempertahankan perkiraan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Maret 2027.

Sejumlah broker global juga mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga AS tahun ini.

Jika sebelumnya pasar memperkirakan dua kali pemangkasan pada 2026, kini proyeksi semakin terbelah antara skenario pelonggaran terbatas atau bahkan tanpa pemangkasan sama sekali.

Hal ini dipicu oleh risiko inflasi akibat konflik geopolitik yang membuat pembuat kebijakan lebih berhati-hati.

Pekan lalu, Federal Reserve memutuskan menahan suku bunga dalam keputusan yang paling terpecah sejak 1992, di tengah kekhawatiran meningkatnya harga energi yang mulai merambat ke perekonomian.

Inflasi di Amerika Serikat (AS) sendiri masih berada jauh di atas target 2% bank sentral, seiring gangguan pasokan minyak global akibat konflik di Timur Tengah.

Analis Barclays menyebut, harga minyak yang lebih tinggi dan bertahan lebih lama berpotensi mendorong inflasi, baik pada komponen utama maupun inti, serta menekan pertumbuhan ekonomi.

“Sebaliknya, jika tingkat pengangguran naik secara tiba-tiba, kami memperkirakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan memangkas suku bunga lebih cepat dan agresif,” tulis Barclays dalam risetnya.

Di sisi lain, kenaikan harga energi diperkirakan akan menekan konsumsi rumah tangga. Namun, dampak tersebut sebagian dapat diimbangi oleh peningkatan investasi bisnis, terutama di sektor energi dan belanja terkait kecerdasan buatan (AI).

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 78,7% bahwa suku bunga AS tidak akan berubah hingga akhir tahun, berdasarkan data dari CME FedWatch Tool.