BeritaBisnis

Ekonomi Indonesia Mulai Menguat, PMI Manufaktur Kembali Ekspansif

Avatar photo
1
×

Ekonomi Indonesia Mulai Menguat, PMI Manufaktur Kembali Ekspansif

Sebarkan artikel ini
Ekonomi Indonesia Mulai Menguat, PMI Manufaktur Kembali Ekspansif


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Sejumlah indikator ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan pada akhir September 2026.

Aktivitas manufaktur kembali berekspansi, inflasi masih berada dalam sasaran pemerintah, dan neraca perdagangan kembali mencatat surplus.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, perbaikan tersebut tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang kembali masuk zona ekspansif.

PMI manufaktur pada akhir September 2026 berada di level 52, naik dari level 49 pada bulan sebelumnya. Level di atas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur kembali mengalami ekspansi.

“PMI kita akhir September tercatat menjadi 52. Ini berarti kembali ke zona ekspansif,” ujar Suahasil di kantor Kementerian Keuangan, Kamis (1/10/2026).

Menurut Suahasil, kembali ekspansifnya PMI menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi mulai bergerak setelah sebelumnya berada di zona kontraksi.

Perbaikan juga terlihat dari sisi harga. Inflasi September 2026 tercatat 3,28%, masih berada dalam sasaran inflasi pemerintah sebesar 2,5% plus minus 1%.

Suahasil menilai kombinasi aktivitas ekonomi yang kembali meningkat dan inflasi yang tetap berada dalam sasaran menunjukkan kondisi perekonomian masih terjaga.

Inflasi yang terkendali juga diharapkan memberi ruang bagi dunia usaha untuk mempertahankan aktivitas produksi.

Peningkatan produksi barang dan jasa, menurut dia, dapat berjalan beriringan dengan membaiknya aktivitas manufaktur sehingga menopang pertumbuhan ekonomi.

Dari sektor eksternal, neraca perdagangan Indonesia juga kembali mencatat surplus sebesar US$ 3,5 miliar.

“Trade balance juga positif di US$ 3,5 miliar. Jadi ini juga angka yang baik, kembali ke teritori positif,” kata Suahasil.

Dengan sejumlah indikator tersebut, pemerintah melihat momentum perbaikan ekonomi mulai terbentuk pada penghujung kuartal III-2026.

Di sisi fiskal, Kementerian Keuangan juga tengah memfinalisasi realisasi APBN hingga akhir September 2026. Suahasil meminta jajarannya segera merampungkan angka tersebut sebelum disampaikan kepada publik.

Ia menargetkan laporan realisasi APBN hingga September dapat disampaikan kepada media pada pekan depan, atau diupayakan sebelum 11 Oktober 2026.

“Segera difinalkan dan kemudian kita segera menyampaikan kepada media APBN akhir September,” tutur Suahasil.