BeritaBisnis

Grab Perluas Akses Ekonomi bagi Penyandang Disabilitas, Libatkan Mitra dan UMKM

Avatar photo
0
×

Grab Perluas Akses Ekonomi bagi Penyandang Disabilitas, Libatkan Mitra dan UMKM

Sebarkan artikel ini
Grab Perluas Akses Ekonomi bagi Penyandang Disabilitas, Libatkan Mitra dan UMKM


MOMSMONEY.ID – Akses terhadap kesempatan kerja dan layanan ekonomi yang inklusif menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan ekosistem digital. Hal ini turut mendorong sejumlah pelaku industri untuk memperluas akses bagi penyandang disabilitas, termasuk dalam aktivitas transportasi dan perdagangan.

Grab Indonesia, misalnya, memperluas edukasi bahasa isyarat bagi mitra pengemudi dan mitra merchant dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026.

Sebanyak 650 mitra Grab di enam kota mengikuti edukasi bahasa isyarat melalui rangkaian kegiatan Kopdar dan Teras Perwira. Kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu mitra memahami cara berkomunikasi yang lebih inklusif dengan pelanggan maupun sesama mitra.

Selain edukasi, Grab bersama Indosat juga mendistribusikan 1.000 rompi Teman Setara bagi Mitra Pengemudi Tuli. Rompi tersebut dilengkapi ilustrasi bahasa isyarat dasar untuk membantu komunikasi antara pengemudi dan penumpang.

Distribusi rompi ini turut didukung oleh kontribusi pelanggan melalui pembelian produk IM3 dan Tri di aplikasi Grab.

Dalam pelaksanaannya, Grab menggandeng sejumlah organisasi yang bergerak di bidang inklusivitas dan disabilitas, antara lain Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (Gerkatin), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Koneksi Indonesia Inklusif (Konekin), dan Disability Network (DNetwork).

Dari sisi pelaku usaha, edukasi bahasa isyarat diberikan kepada 450 Mitra GrabMerchant di Bali, Bandung, dan Yogyakarta melalui kegiatan Teras Perwira.

Melalui kegiatan tersebut, para mitra merchant diperkenalkan dengan bahasa isyarat dasar yang dapat digunakan dalam pelayanan sehari-hari, khususnya ketika berinteraksi dengan pelanggan Tuli.

Langkah ini juga berkaitan dengan akses konsumen terhadap layanan usaha. Kemampuan pelaku usaha berkomunikasi dengan pelanggan penyandang disabilitas dapat membantu menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih mudah dan setara.

Selain edukasi, Grab juga mengembangkan sejumlah fitur yang ditujukan untuk mengurangi hambatan komunikasi bagi mitra penyandang disabilitas.

Salah satunya adalah fitur Disable Call bagi Mitra Pengemudi Tuli yang mengalihkan komunikasi dari panggilan telepon ke pesan. Grab juga menyediakan GrabSupport melalui teks, chat, dan bahasa isyarat bagi mitra penyandang disabilitas.

Grab turut menyediakan Smart Suggestion Chat Information untuk membantu mitra pengemudi memahami kebutuhan komunikasi pelanggan penyandang disabilitas.

Dalam aspek ekonomi, Grab menyebut program GrabAccess sepanjang 2025 telah memberikan akses pendapatan dan kesempatan untuk mandiri secara finansial kepada 6.207 Mitra Pengemudi penyandang disabilitas di Asia Tenggara.

Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, pengembangan ekosistem inklusif tidak hanya berkaitan dengan pemberian akses, tetapi juga menciptakan ruang interaksi yang memungkinkan penyandang disabilitas berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari.

“Ekosistem inklusif bukan hanya tentang memberikan akses, tetapi juga memastikan setiap orang dapat merasa diapresiasi dan menjadi bagian dari interaksi yang setara dalam keseharian,” kata Neneng dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9).

Rangkaian kegiatan tersebut juga mencakup edukasi bagi karyawan Grab melalui pop-up booth Kopi Sunyi serta sesi immersion bersama Mitra Pengemudi Tuli. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pengalaman langsung kepada karyawan mengenai komunikasi dan aktivitas kerja yang dijalankan oleh penyandang disabilitas.

Grab menyatakan, berbagai inisiatif tersebut merupakan bagian dari pengembangan inklusivitas yang telah dilakukan perusahaan selama hampir satu dekade, mencakup edukasi, pengembangan fitur dan layanan, serta perluasan akses ekonomi bagi penyandang disabilitas.