PRESSCORNER.ID – Bursa saham Korea Selatan mengawali perdagangan pekan ini dengan penguatan signifikan. Indeks Kospi terdorong kenaikan saham perusahaan semikonduktor di tengah optimisme terhadap kuatnya permintaan chip untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI).
Melansir Reuters pada Senin (7/9/2026), indeks Kospi naik 196,57 poin atau 2,94% menjadi 6.883,78 pada pukul 01.23 GMT.
Sebelumnya, indeks tersebut sempat melonjak hingga 3,5% dan menyentuh level intraday tertinggi sejak 27 Agustus.
Penguatan saham teknologi Korea Selatan mengikuti kinerja positif sektor semikonduktor di Wall Street.
Pada perdagangan Jumat, Philadelphia Semiconductor Index melonjak 3,4% meski pasar saham AS secara keseluruhan melemah.
Prospek industri chip Korea Selatan semakin cerah seiring tingginya permintaan global terhadap semikonduktor untuk pengembangan AI. Bahkan, ekspor Korea Selatan sepanjang tahun ini telah melampaui rekor tahunan yang dicatat pada tahun lalu.
Samsung dan SK Hynix Jadi Motor Penguatan
Saham perusahaan chip menjadi penggerak utama Kospi.
Saham Samsung Electronics naik 3,72%, sedangkan SK Hynix melonjak 6,01%.
Di antara saham berkapitalisasi besar lainnya, saham produsen baterai LG Energy Solution naik 0,14%. Saham Hyundai Motor menguat 1,69%, sementara Kia Corp naik 0,32%.
Sebaliknya, saham produsen baja POSCO Holdings turun 1,19%. Saham perusahaan farmasi Samsung BioLogics naik tipis 0,14%.
Dari total 909 saham yang diperdagangkan, sebanyak 438 saham menguat dan 406 saham melemah.
Investor asing juga tercatat melakukan pembelian bersih saham senilai ₩789,2 miliar atau sekitar US$590,45 juta.
Won Korea Menguat ke Level Tertinggi Hampir 2 Tahun
Di pasar valuta asing, won Korea Selatan menguat 1,07% menjadi ₩1.335,8 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di ₩1.350,1.
Level tersebut merupakan posisi terkuat won sejak Oktober 2024.
Penguatan won didorong ekspektasi bahwa perusahaan-perusahaan eksportir besar Korea Selatan akan terus menjual dolar AS dan meningkatkan permintaan terhadap won.
Sementara itu, di pasar obligasi, kontrak berjangka obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun untuk September naik 0,07 poin menjadi 103,24.
Imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun turun 0,8 basis poin menjadi 3,875%, sedangkan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun 2,7 basis poin menjadi 4,334%.











