Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
PRESSCORNER.ID – Presiden FIFA Gianni Infantino dipastikan akan kembali mencalonkan diri dalam pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.
FIFA menegaskan Infantino tetap akan maju untuk mendapatkan masa jabatan baru. Jika terpilih kembali, pria asal Swiss tersebut berpeluang memimpin badan sepak bola dunia hingga 2031.
Infantino telah menjabat sebagai Presiden FIFA sejak 2016. Namun, langkahnya dalam beberapa waktu terakhir menghadapi tekanan setelah rencana FIFA untuk menjual kepemilikan dalam sejumlah kompetisi kepada perusahaan investasi swasta dibatalkan.
Rencana tersebut memicu penolakan luas, termasuk dari UEFA. Badan sepak bola Eropa itu bahkan sempat mengancam akan memboikot seluruh kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia.
FIFA Tegaskan Infantino Tetap Maju
Kepastian mengenai pencalonan kembali Infantino disampaikan FIFA melalui sebuah pernyataan. FIFA kemudian menegaskan bahwa tidak ada perubahan terkait rencana tersebut.
“Presiden FIFA mengumumkan pada April bahwa ia akan mencalonkan diri untuk pemilihan kembali pada 2027,” demikian pernyataan FIFA, dikutip BBC Sport.
Pernyataan itu menjadi penegasan terbaru FIFA setelah Infantino sebelumnya memilih tidak menjawab pertanyaan wartawan mengenai masa depannya.
Infantino Sempat Jadi Favorit Kuat
Hingga pertengahan Juli, hampir seluruh anggota FIFA disebut telah memberikan dukungan kepadanya. Ia juga belum menghadapi kandidat yang dianggap mampu memberikan tantangan serius.
Situasinya berubah setelah rencana Infantino terkait investasi dalam kompetisi FIFA mendapat penolakan.
Federasi sepak bola Inggris, Skotlandia, Wales, dan Republik Irlandia termasuk di antara anggota yang secara terbuka menarik dukungan terhadap Infantino.
Perubahan dukungan tersebut membuat persaingan menuju pemilihan Presiden FIFA 2027 menjadi lebih terbuka.
Infantino Berpeluang Menjabat hingga 2031
Jika kembali memenangkan pemilihan pada 2027, Infantino akan melanjutkan kepemimpinannya sebagai Presiden FIFA hingga 2031.
Infantino pertama kali terpilih sebagai Presiden FIFA pada 2016 untuk menggantikan Sepp Blatter. Ia kemudian kembali terpilih dalam pemilihan berikutnya.
Pemilihan 2027 berpotensi menghadirkan tantangan berbeda karena untuk pertama kalinya dalam periode terbaru kepemimpinannya, dukungan terhadap Infantino mulai mengalami perubahan di sejumlah negara Eropa.
Dengan batas akhir pencalonan pada 18 November, perhatian berikutnya akan tertuju pada siapa kandidat yang akhirnya muncul untuk menantang Infantino dalam perebutan kursi Presiden FIFA.
UEFA kini disebut percaya diri dapat menemukan kandidat yang bersedia menantang Infantino dalam pemilihan mendatang.
Salah satu nama yang dinilai berpotensi menjadi penantang serius adalah Victor Montagliani, Presiden Concacaf.
Kandidat yang ingin maju dalam pemilihan Presiden FIFA harus mendapatkan dukungan minimal 106 dari 211 asosiasi anggota FIFA.











