BeritaInternasional

Ekonomi Melambat, China Gelontorkan Dana CNY 460 Juta untuk Dorong Investasi

Avatar photo
7
×

Ekonomi Melambat, China Gelontorkan Dana CNY 460 Juta untuk Dorong Investasi

Sebarkan artikel ini
Ekonomi Melambat, China Gelontorkan Dana CNY 460 Juta untuk Dorong Investasi


PRESSCORNER.ID – BEIJING. China Development Bank (CDB) telah menyalurkan CNY 460 juta atau sekitar US$ 68,47 juta melalui tahap pertama instrumen pembiayaan berbasis kebijakan China 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Beijing memperkuat investasi sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi.

Media pemerintah China melaporkan pada Kamis (3/9/2026), dana dari bank kebijakan terbesar di China tersebut akan digunakan untuk menambah modal sejumlah proyek konstruksi besar yang didukung investor swasta.

Tahap pertama pembiayaan mencakup tiga proyek yang bergerak di sektor manufaktur baterai, material nikel-kromium berteknologi tinggi, serta infrastruktur transportasi.

Program ini merupakan bagian dari skema pembiayaan berbasis kebijakan senilai CNY 800 miliar untuk proyek-proyek pemerintah daerah yang bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Reuters sebelumnya melaporkan pada Agustus bahwa China mulai menerima pengajuan untuk program tersebut. Namun, sejumlah analis menilai peluncuran yang relatif terlambat dapat membatasi dampaknya terhadap perekonomian China pada tahun ini.

Pemerintah China mengumumkan skema tersebut pada Maret 2026. Instrumen ini dirancang sebagai alat kuasi-fiskal untuk menyediakan modal awal bagi proyek sekaligus mendorong masuknya pembiayaan swasta dan perbankan dalam jumlah yang lebih besar.

Fokus pembiayaan diarahkan pada proyek infrastruktur dan sektor-sektor strategis.

Beijing meningkatkan nilai program menjadi CNY 800 miliar, dari sebelumnya CNY 500 miliar pada 2025. Peningkatan tersebut menunjukkan upaya pemerintah untuk memberikan dukungan lebih besar terhadap investasi di tengah perlambatan ekonomi.

Kebijakan ini menjadi semakin penting setelah investasi menjadi salah satu sumber tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi China.

Ekonomi China tumbuh 4,3% secara tahunan pada kuartal II 2026, menjadi pertumbuhan terlemah dalam lebih dari tiga tahun dan berada di bawah ekspektasi pasar.

Perlambatan tersebut antara lain dipengaruhi oleh penurunan investasi. Sebagai perbandingan, ekonomi China masih tumbuh 5,0% pada kuartal I 2026.

Dengan pertumbuhan yang melambat, pemerintah China meningkatkan dukungan melalui instrumen pembiayaan berbasis kebijakan untuk mendorong pembangunan proyek, menarik investasi swasta dan perbankan, serta memperkuat aktivitas ekonomi.

Penyaluran tahap pertama sebesar CNY 460 juta menjadi langkah awal dari program pembiayaan CNY 800 miliar tersebut. Keberhasilan program dalam mendorong investasi akan menjadi salah satu faktor penting bagi upaya Beijing menopang pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2026.