PRESSCORNER.ID – WASHINGTON. Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) melebar tajam pada Juli. Pelebaran defisit terjadi seiring kuatnya permintaan domestik yang mendorong peningkatan impor.
Reuters melaporkan, mengutip data yang dipublikasikan Biro Analisis Ekonomi dan Biro Sensus di bawah Departemen Perdagangan AS, Kamis (3/9/2026), defisit perdagangan AS meningkat 24,4% secara tahunan menjadi US$ 88,6 miliar.
Realisasi tersebut masih lebih baik dibandingkan konsensus proyeksi ekonom, yang memprediksi defisit akan mencapai US$ 89,4 miliar.
Indikasi awal mengenai memburuknya kondisi ini telah terlihat dari data pekan lalu, yang menunjukkan lonjakan defisit perdagangan barang akibat peningkatan impor pada bulan Juli.
Permintaan domestik melonjak pada kuartal kedua, didorong oleh kombinasi kuatnya belanja konsumen dan investasi bisnis di bidang akal imitasi (AI). Permintaan tersebut sebagian besar dipenuhi melalui impor, yang turut memperlebar defisit perdagangan.
Impor meningkat 2,8% menjadi US$ 399,3 miliar pada Juli. Impor barang melonjak 3,7% menjadi US$ 320,6 miliar.
Impor barang modal naik US$ 14,4 miliar hingga mencapai rekor tertinggi sebesar US$ 140,3 miliar. Kenaikan ini mencerminkan lonjakan permintaan komputer, aksesori komputer, dan semikonduktor, yang kemungkinan besar berkaitan dengan pengembangan infrastruktur AI.
Di sisi lain, impor pasokan dan bahan industri, yang mencakup minyak bumi, turun sebesar US$ 1,8 miliar. Impor minyak mentah turun US$ 1,8 miliar seiring dengan penurunan harga.
Ekspor turun 2,1% menjadi US$ 310,7 miliar, dengan pengiriman barang merosot 3,0% menjadi US$ 201,0 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya ekspor pasokan dan bahan industri, sebesar US$ 8,7 miliar.
Namun, ekspor barang modal meningkat US$ 1,9 miliar. Ekspor barang konsumsi juga naik US$ 1,7 miliar, didorong oleh peningkatan ekspor produk farmasi.
Defisit perdagangan barang AS melebar 17,3% menjadi US$ 119,6 miliar pada Juli. Setelah disesuaikan dengan inflasi, defisit perdagangan barang meningkat 12,7% menjadi US$ 106,4 miliar.
Sektor perdagangan mengurangi 1,14 poin persentase dari pertumbuhan PDB pada kuartal April-Juni. Ekonomi tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 1,5% pada kuartal lalu.
Impor jasa turun sebesar US$ 0,6 miliar menjadi US$ 78,7 miliar pada Juli. Ini terutama disebabkan penurunan biaya penggunaan kekayaan intelektual. Impor jasa transportasi mengalami penurunan, sementara impor jasa perjalanan justru meningkat.
Ekspor jasa turun US$ 0,4 miliar menjadi US$ 109,7 miliar di tengah penurunan pada sektor jasa perjalanan, keuangan, dan transportasi. Biaya penggunaan kekayaan intelektual serta ekspor jasa bisnis lainnya tercatat mengalami peningkatan.
Meskipun menerapkan kebijakan tarif impor yang agresif, Amerika Serikat mencatat rekor defisit perdagangan barang dengan Meksiko, Vietnam, Taiwan, Thailand, Korea Selatan, dan Malaysia.
Neraca perdagangan barang dengan Swiss berubah menjadi defisit. Sedangkan defisit perdagangan dengan Kanada menyusut sebesar US$ 3,7 miliar menjadi US$ 3,2 miliar pada bulan Juli. Saat ini, AS dan Kanada sedang terlibat dalam perang dagang.











