PRESSCORNER.ID – LONDON. Aktivitas sektor jasa Inggris kembali menguat pada Agustus 2026. Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor jasa Inggris meningkat menjadi 52,5 pada Agustus dari 52,1 pada Juli. Angka tersebut merupakan level tertinggi dalam empat bulan.
Kenaikan aktivitas tersebut berlangsung seiring perbaikan kondisi permintaan domestik. Volume pesanan baru meningkat secara marginal untuk bulan kedua berturut-turut. Sejumlah perusahaan jasa melaporkan pemulihan belanja bisnis dan konsumen serta membaiknya sentimen investasi.
” Belanja bisnis dan konsumen kembali meningkat setelah mengalami penurunan pada kuartal kedua 2026, yang mendorong ekspansi tingkat output tercepat sejak April,” kata Tim Moore, Direktur Ekonomi S&P Global Market Intelligence, dalam rilis pers, Kamis (3/9/2026).
Namun, perbaikan permintaan domestik belum diikuti oleh kinerja ekspor. Penjualan ekspor sektor jasa turun untuk bulan keenam berturut-turut. Penyedia jasa menyebut lemahnya permintaan dari Eropa dan ketidakpastian geopolitik sebagai faktor yang menekan penjualan internasional.
Dari sisi tenaga kerja, jumlah pekerja sektor jasa kembali menurun pada Agustus. Meski demikian, laju penurunan merupakan yang paling lambat sejak Oktober 2025. Perbaikan buku pesanan dan meningkatnya optimisme terhadap prospek bisnis membantu memperlambat pemutusan tenaga kerja.
Sejumlah perusahaan masih menerapkan pembekuan perekrutan akibat tekanan biaya yang tinggi dan kelebihan kapasitas. Beberapa perusahaan juga berupaya meningkatkan produktivitas melalui otomatisasi.
Secara keseluruhan, jumlah tenaga kerja sektor jasa Inggris telah menurun selama 23 bulan berturut-turut, menjadi periode penurunan terpanjang sejak survei dimulai pada Juli 1996. Moore mengatakan perusahaan masih berhati-hati dalam perekrutan karena tekanan biaya, meskipun kondisi bisnis mulai menunjukkan perbaikan.
“Banyak perusahaan merespons inflasi biaya yang intens dengan memperketat kebijakan perekrutan tenaga kerja,” papar Moore.
Di sisi harga, tekanan biaya kembali meningkat. Data Agustus menunjukkan kenaikan kuat pada beban biaya rata-rata perusahaan jasa, dengan tingkat inflasi biaya input meningkat dari level terendah dalam lima bulan yang tercatat pada Juli.
Sekitar 31% responden survei melaporkan kenaikan harga input pada Agustus, sementara kurang dari 1% melaporkan penurunan. Kenaikan terutama dipicu oleh biaya bahan bakar dan transportasi, disertai kenaikan upah, harga pangan, serta biaya teknologi.
Pada saat yang sama, harga output sektor jasa meningkat dengan laju yang kuat dan lebih cepat pada Agustus. “Laju inflasi harga output di sektor jasa juga meningkat untuk pertama kalinya dalam empat bulan karena perusahaan berupaya melindungi margin mereka dari kenaikan harga pemasok,” kata Moore.
Di tengah tekanan inflasi tersebut, prospek bisnis sektor jasa Inggris justru membaik. Tingkat optimisme meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut dan mencapai level tertinggi sejak Februari. Perbaikan ini terjadi meski perusahaan masih menghadapi kekhawatiran mengenai tekanan inflasi yang tinggi serta ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah.
Hampir separuh atau 47% responden survei memperkirakan tingkat output akan meningkat dalam 12 bulan ke depan. Sementara itu, hanya 13% yang memperkirakan penurunan output.











