BeritaInternasional

Banjir Bandang Terjang Grand Canyon, 2 Orang Tewas dan Lebih dari 20 Hilang

Avatar photo
10
×

Banjir Bandang Terjang Grand Canyon, 2 Orang Tewas dan Lebih dari 20 Hilang

Sebarkan artikel ini
Banjir Bandang Terjang Grand Canyon, 2 Orang Tewas dan Lebih dari 20 Hilang


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Banjir bandang menerjang kawasan Grand Canyon di Arizona, Amerika Serikat, pada akhir pekan lalu. Sedikitnya dua orang dilaporkan tewas, sementara lebih dari 20 orang lainnya masih belum diketahui keberadaannya setelah hujan deras memicu aliran banjir besar di salah satu kawasan wisata alam paling populer di AS tersebut.

National Park Service (NPS) menyatakan, banjir bandang terjadi pada Sabtu setelah hujan deras mengguyur kawasan Grand Canyon. Air bah membawa lumpur, batu-batu besar dan berbagai material lain melalui Bright Angel Creek, sebuah ngarai samping utama yang membentang dari North Rim hingga Sungai Colorado.

Derasnya arus banjir menyapu sejumlah jalur pendakian, jembatan pejalan kaki serta berbagai infrastruktur di sepanjang kawasan tersebut.

Pada Senin, NPS mengonfirmasi telah menemukan dua jenazah korban banjir. Salah satu korban diketahui merupakan pria berusia 46 tahun yang jasadnya ditemukan pada Minggu.

Operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan di sepanjang dasar ngarai.

Lebih dari 20 Orang Belum Diketahui Keberadaannya

Jumlah pasti orang yang masih hilang hingga dua hari setelah hujan deras melanda kawasan Bright Angel Creek belum dapat dipastikan.

Namun, melalui unggahan di media sosial pada Minggu, NPS menyatakan sedang mencari informasi mengenai lebih dari 20 orang yang diduga hilang atau belum diketahui keberadaannya setelah banjir yang terjadi pada Sabtu.

NPS menyampaikan, sebanyak 62 orang telah dievakuasi dari Phantom Ranch dan North Kaibab Trail hingga Minggu pagi.

Phantom Ranch merupakan penginapan dan area perkemahan bersejarah yang berada di dekat pertemuan Bright Angel Creek dengan Sungai Colorado. Sementara itu, North Kaibab Trail merupakan jalur pendakian yang mengikuti aliran sungai tersebut melewati dasar ngarai.

Banjir juga menyebabkan kerusakan parah terhadap berbagai infrastruktur di bagian dalam Grand Canyon.

” Banjir menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur di bagian dalam ngarai, termasuk Transcanyon Waterline, yang memasok air dari ngarai untuk digunakan di taman nasional,” kata National Park Service.

Kerusakan pada sistem pasokan air tersebut membuat operasionalnya untuk sementara terganggu dan menyebabkan kawasan taman nasional memiliki pasokan air yang terbatas.

Sejumlah Fasilitas Grand Canyon Ditutup

Kawasan South Rim yang menjadi salah satu tujuan utama wisatawan masih dibuka untuk kunjungan pada Senin siang. Namun, fasilitas penginapan untuk bermalam serta sejumlah layanan komersial ditutup.

National Park Service juga memperingatkan adanya potensi badai petir tambahan pada awal pekan ini.

Sejumlah area pendakian dan penginapan yang terdampak banjir juga masih ditutup sepenuhnya. NPS meminta pengunjung menjauhi kawasan yang terdampak banjir hingga kondisi dinyatakan aman.

Besarnya dampak banjir terlihat dari kesaksian sejumlah pengunjung yang berada di kawasan Phantom Ranch ketika bencana terjadi.

David Gregory, salah seorang pengunjung Grand Canyon, mengatakan kepada CBS News bahwa dirinya bersama sejumlah tamu Phantom Ranch bergegas menyeberangi jembatan pejalan kaki menuju tempat yang lebih tinggi setelah mendapat peringatan dari seorang penjaga taman.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil hanya sekitar 10 menit sebelum jembatan itu akhirnya tersapu banjir.

“Rasanya seperti pusaran air di sana, dengan semua puing berputar-putar, termasuk kabin dan peralatan lain dari lokasi pekerjaan pemeliharaan,” ujar Gregory.

“Saya rasa kami tidak akan berhasil keluar hidup-hidup… Saya pikir semuanya akan berakhir.”

Anggota Kongres AS Turut Terjebak Banjir

Banjir bandang tersebut juga berdampak terhadap sejumlah pengunjung lain, termasuk anggota DPR Amerika Serikat dari Arizona, David Schweikert.

Schweikert, seorang anggota Partai Republik, sedang melakukan aktivitas arung jeram bersama sejumlah temannya di kawasan ngarai dekat Bright Angel Creek ketika mereka mendengar suara gemuruh dari arah datangnya banjir.

“Suara itu terdengar seperti beberapa lokomotif yang datang menerjang dan menghantam batu-batu besar,” kata Schweikert, seperti dikutip Arizona Republic.

Kelompok Schweikert kemudian berhasil berjalan keluar dari kawasan tersebut dan mencapai tempat yang aman.

Grand Canyon Jadi Salah Satu Ikon Wisata AS

Grand Canyon merupakan salah satu kawasan taman nasional paling terkenal di Amerika Serikat. Ngarai raksasa tersebut menjadi salah satu destinasi wisata alam utama di negara tersebut dan setiap tahun menarik jutaan pengunjung.

National Park Service mencatat Grand Canyon menerima sekitar 4,4 juta wisatawan pada tahun lalu.

Banjir bandang yang terjadi akhir pekan ini menunjukkan besarnya risiko cuaca ekstrem di kawasan ngarai, terutama ketika hujan deras terjadi dalam waktu singkat.

NPS masih melanjutkan operasi pencarian dan pemulihan korban, sementara sejumlah fasilitas di kawasan yang terdampak banjir tetap ditutup untuk memastikan keselamatan pengunjung dan petugas.