PRESSCORNER.ID – Pengguna WhatsApp yang mendapati akun terlalu sering ditinjau atau diperiksa perlu memahami masalah ini. Bahkan saat merasa tidak melakukan pelanggaran, kondisi ini dapat membuat pengguna khawatir akun akan dibatasi atau diblokir.
Pada dasarnya, peninjauan akun merupakan bagian dari sistem keamanan dan penegakan aturan WhatsApp.
Melansir laman Meta, pihaknya ungkap bahwa sistem otomatis digunakan untuk mendeteksi aktivitas yang berpotensi melanggar aturan, termasuk aktivitas mencurigakan dan penyalahgunaan platform.
Penyebab Akun WhatsApp Sering Ditinjau
Salah satu alasannya adalah sistem WhatsApp mendeteksi aktivitas yang dianggap tidak biasa atau berpotensi melanggar ketentuan layanan.
WhatsApp menyatakan bahwa akun dapat diblokir apabila perusahaan meyakini aktivitas akun tersebut melanggar Terms of Service. Pengguna yang merasa pemblokiran dilakukan secara keliru dapat mengajukan permintaan peninjauan langsung melalui aplikasi.
Namun, sering munculnya proses pemeriksaan tidak otomatis berarti pengguna terbukti melakukan pelanggaran. Sistem keamanan dapat mendeteksi sinyal tertentu dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum keputusan diambil.
WhatsApp Menggunakan Sistem Otomatis
Meta menjelaskan bahwa sistem AI dan otomatisasi digunakan untuk membantu proses penegakan aturan dalam skala besar.
Dalam penjelasannya mengenai sistem peninjauan, Meta menyebut otomatisasi memungkinkan sistem mengambil tindakan pada kasus tertentu yang memiliki kemungkinan tinggi melanggar aturan.
Sistem juga dapat membantu memprioritaskan konten atau aktivitas yang dianggap paling berisiko. Untuk WhatsApp, pendekatan keamanan tersebut juga terus dikembangkan.
Pada 2026, Meta memperkenalkan sejumlah fitur baru untuk mendeteksi pola aktivitas yang berkaitan dengan penipuan, termasuk peringatan ketika sistem mendeteksi permintaan penautan perangkat yang terlihat mencurigakan.
Aktivitas Memicu Peninjauan Rutin
WhatsApp tidak memberikan daftar lengkap mengenai semua sinyal yang dapat menyebabkan akun ditinjau. Namun, kebijakan WhatsApp secara umum berfokus pada penyalahgunaan layanan, spam, penipuan, dan aktivitas yang melanggar ketentuan.
Meta mengungkapkan sistem akan meninjau beberapa aktivitas berikut ini.
- Pengiriman pesan dalam jumlah besar dalam waktu singkat.
- Aktivitas spam telepon ke banyak orang yang tidak dikenal.
- Kondisi laporan atau blokir dari pengguna lain.
- Penggunaan akun untuk aktivitas yang menyerupai spam.
- Penggunaan aplikasi WhatsApp tidak resmi.
- Aktivitas yang terlihat seperti otomatisasi atau penyalahgunaan layanan.
- Aktivitas akun yang tidak biasa atau mencurigakan.
Poin pentingnya, jangan menganggap setiap peninjauan sebagai bukti bahwa akun telah melanggar aturan.
Sistem keamanan dirancang untuk mendeteksi pola yang berpotensi berisiko, kemudian WhatsApp dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut.











