BeritaInternasional

India Berencana Terbitkan Obligasi Tertokenisasi Perdana pada September 2026

Avatar photo
8
×

India Berencana Terbitkan Obligasi Tertokenisasi Perdana pada September 2026

Sebarkan artikel ini
India Berencana Terbitkan Obligasi Tertokenisasi Perdana pada September 2026


PRESSCORNER.ID – MUMBAI. India akan meluncurkan obligasi korporasi ter-tokenisasi bulan depan, seiring langkah negara tersebut menguji penggunaan teknologi blockchain untuk memungkinkan penyelesaian transaksi obligasi secara instan

Tiga sumber Reuters yang mengetahui langsung masalah ini mengatakan, obligasi ini yang akan diterbitkan untuk pertama kalinya oleh perusahaan pembiayaan sektor kelistrikan milik negara, REC, akan menempatkan India sejajar dengan pasar seperti Eropa dan Hong Kong dalam penggunaan teknologi ini untuk penerbitan dan penyelesaian transaksi.

Obligasi ter-tokenisasi adalah sekuritas yang kepemilikan, penerbitan, perdagangan, dan penyelesaiannya dicatat secara digital pada blockchain atau buku besar terdistribusi (distributed ledger), sehingga memungkinkan transaksi diselesaikan hampir seketika.

Regulator pasar dan bank sentral India bekerja sama untuk mendorong penggunaan teknologi ini, menurut sumber-sumber tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim karena diskusi masih berlangsung dan bersifat rahasia.

REC akan menerbitkan obligasi ter-tokenisasi senilai kurang dari 5 miliar rupee (US$57 juta) dalam penawaran tersebut, kata sumber-sumber itu.

Penawaran ini diperkirakan akan diumumkan pada acara tahunan teknologi keuangan di Mumbai bulan depan, ujar salah satu sumber.

Mata uang digital bank sentral India akan digunakan untuk membeli obligasi ter-tokenisasi tersebut, kata salah satu sumber.

Rincian mengenai penerbit, jadwal, dan kerangka kerja belum pernah dilaporkan sebelumnya.

“Penawaran ini hanya akan tersedia bagi kelompok investor terpilih pada tahap uji coba,” kata salah satu sumber.

Reuters tidak dapat memastikan nama-nama investor tersebut.

Bank sentral, regulator pasar, dan REC tidak menanggapi surel yang meminta komentar.

Kerangka Kerja Obligasi Baru

Untuk membeli obligasi tersebut, investor perlu mengakses dua akun digital: dompet mata uang digital grosir (wholesale) yang disediakan oleh bank, dan dompet sekuritas elektronik yang baru, kata sumber-sumber tersebut. 

Lembaga penyimpanan efek di India sedang mengembangkan dompet elektronik—yang pertama dari jenisnya—bernama DEMAT 2.0, yang akan mencatat kepemilikan obligasi pada rantai teknologi buku besar terdistribusi (distributed ledger technology).

“Transaksi lanjutan hanya dapat dilakukan antara partisipan yang memiliki dompet CBDC maupun dompet efek yang kompatibel,” ujar salah satu sumber.

Obligasi tersebut akan memiliki masa penguncian (lock-in) awal selama tiga bulan, dan bursa diperkirakan akan mengembangkan pasar sekunder untuk obligasi yang ditokenisasi tersebut paling lambat bulan Desember, kata salah satu sumber.

Efek tersebut tidak akan diperdagangkan di platform penyedia pencatatan elektronik konvensional, ungkap sumber-sumber tersebut.

Lembaga penyimpanan efek NSDL dan CDSL tidak segera menanggapi pertanyaan dari Reuters.