Gaya Hidup

Bukan Jago Kandang, Bos Indomaret & Indofood Ini Sukses Ekspansi Ke Negeri Tetangga

Avatar photo
10
×

Bukan Jago Kandang, Bos Indomaret & Indofood Ini Sukses Ekspansi Ke Negeri Tetangga

Sebarkan artikel ini
Bukan Jago Kandang, Bos Indomaret & Indofood Ini Sukses Ekspansi Ke Negeri Tetangga


PRESSCORNER.ID – Jakarta. Gurita bisnis Anthoni Salim ternyata tidak hanya membentang di Indonesia. Pemilik Indofood dan jaringan ritel Indomaret ini juga berhasil ekspansi bisnis ke negeri tetangga. 

Putra mendiang taipan Soedono Salim tersebut telah membangun portofolio investasi yang luas di negeri tetangga, Filipina melalui First Pacific Company Limited. Perusahaan investasi yang tercatat di Bursa Hong Kong itu menjadi salah satu kendaraan penting kelompok Salim untuk mengembangkan bisnis di luar Indonesia.

Portofolio First Pacific di Filipina mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari telekomunikasi, listrik, air, jalan tol, pertambangan hingga media.


Data First Pacific per 30 Maret 2026 menunjukkan perusahaan memiliki kepentingan ekonomi 25,6% di PLDT dan 49,9% di Metro Pacific Investments Corporation (MPIC). Sementara itu, kepemilikan First Pacific di Indofood mencapai 50,1%.


Di tingkat First Pacific, Anthoni Salim merupakan pemegang saham terbesar dengan kepemilikan sekitar 45,2%. Moody’s juga menyebut konsentrasi kepemilikan tersebut dalam laporan kredit First Pacific pada Januari 2026.


Dari Indonesia ke Filipina


Ekspansi First Pacific ke Filipina bermula pada periode krisis Asia.


Dalam catatan sejarah perusahaan, First Pacific melakukan akuisisi terhadap Philippine Long Distance Telephone atau PLDT pada periode 1998-2000. Pada periode yang sama, First Pacific juga mengakuisisi Indofood di Indonesia dan menyelesaikan akuisisi Smart oleh PLDT.


Dari PLDT, jaringan bisnis kemudian berkembang ke berbagai sektor.


First Pacific meningkatkan investasi di perusahaan telekomunikasi tersebut, sementara melalui MPIC kelompok usaha memperluas portofolio ke infrastruktur.


Bisnis yang kemudian masuk dalam ekosistem tersebut antara lain Meralco sebagai perusahaan distribusi listrik, Maynilad sebagai perusahaan air, serta Metro Pacific Tollways Corporation (MPTC) yang mengoperasikan sejumlah jaringan jalan tol.


First Pacific mencatat MPIC sebagai perusahaan investasi infrastruktur yang memiliki bisnis di sektor listrik, pembangkit listrik, jalan tol, air, layanan kesehatan, real estat, kereta ringan dan agribisnis.



Telekomunikasi menjadi salah satu tulang punggung


PLDT merupakan salah satu aset paling strategis dalam portofolio First Pacific di Filipina.


Perusahaan tersebut merupakan penyedia layanan telekomunikasi dan digital terintegrasi. Di bawah ekosistem PLDT terdapat Smart Communications yang bergerak di bisnis seluler.


Data terbaru First Pacific menunjukkan kontribusi PLDT tetap menjadi salah satu penopang kinerja grup. Pada kuartal I 2026, PLDT mencatat pendapatan layanan bruto sebesar 54,9 miliar peso, naik 3% secara tahunan. Pendapatan layanan bersih mencapai 48,9 miliar peso, sedangkan laba inti mencapai 9,1 miliar peso.


Dengan demikian, bisnis telekomunikasi bukan sekadar bagian historis dari ekspansi First Pacific. Sektor tersebut masih menjadi salah satu aset utama kelompok Salim di Filipina.


Meralco, listrik untuk jutaan pelanggan


Gurita bisnis tersebut juga masuk ke sektor listrik melalui Manila Electric Company atau Meralco.


Meralco merupakan perusahaan distribusi listrik swasta terbesar di Filipina. First Pacific menyebut investasi di Meralco mulai diperkuat pada 2009 melalui PLDT dan MPIC.


Dalam laporan hasil semester I 2025, First Pacific menyebut Meralco, Maynilad, dan MPTC masing-masing membukukan rekor laba pada periode tersebut.


Kontribusi MPIC terhadap laba First Pacific juga meningkat 29% menjadi US$131,1 juta pada semester I 2025.



Bisnis air dan jalan tol


Ekspansi kelompok Salim di Filipina juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.


Maynilad menjadi salah satu perusahaan air utama dalam portofolio MPIC. First Pacific menyebut Maynilad sebagai perusahaan konsesi air dengan basis pelanggan terbesar di Filipina, melayani sekitar 7,2 juta orang di wilayah layanan barat Metropolitan Waterworks and Sewerage System (MWSS).


Sementara itu, bisnis jalan tol dijalankan melalui Metro Pacific Tollways Corporation atau MPTC.


MPTC mengoperasikan sejumlah jaringan jalan tol penting di Filipina. First Pacific telah memperluas investasi di sektor tersebut sejak 2008 melalui MPIC.


Ekspansi bahkan tidak berhenti di Filipina. Pada 2024, MPTC mengakuisisi 22,9% saham PT Jasamarga Transjawa Tol, memperluas jejak bisnis infrastruktur kelompok tersebut kembali ke Indonesia.


## Merambah bisnis media


Ekspansi kelompok Salim di Filipina juga memiliki sisi lain: media.


Dalam ekosistem First Pacific dan kelompok usaha yang dipimpin Manuel V. Pangilinan, terdapat sejumlah perusahaan media, termasuk TV5 Network, Cignal TV, Philstar Global dan sejumlah perusahaan penerbitan lainnya.


Dokumen profil First Pacific 2025 mencatat Pangilinan sebagai chairman sejumlah entitas media, termasuk Hastings Holdings, Philstar Global, Pilipino Star Ngayon, Pilipino Star Printing dan Philstar Daily. Ia juga tercatat sebagai direktur Cignal TV dan TV5 Network.


The Philippine Star atau Philstar menjadi salah satu aset media yang menonjol.


MediaQuest kemudian membangun kepemilikan mayoritas atas Philstar. Struktur kepemilikan tersebut terhubung dengan BTF Holdings dan PLDT Beneficial Trust Fund. Data Media Ownership Monitor juga mencatat MediaQuest sebagai induk langsung Philstar Global, sementara Hastings Holdings menjadi salah satu perusahaan penting dalam rantai kepemilikannya.


Ekosistem media tersebut juga mencakup BusinessWorld, The Freeman, TV5, Cignal TV dan sejumlah perusahaan media lainnya.



Pangilinan menjadi wajah bisnis di Filipina


Di tengah besarnya kepemilikan Anthoni Salim di First Pacific, Manuel V. Pangilinan justru menjadi figur yang paling dikenal publik di Filipina.


Pangilinan telah lama menjadi bagian penting dari First Pacific. Perusahaan mencatat ia pernah menjabat Managing Director sejak 1981 hingga 1999, kemudian menjadi Executive Chairman dan selanjutnya Managing Director sekaligus CEO.


Saat ini, Pangilinan juga memegang berbagai posisi penting di perusahaan-perusahaan portofolio First Pacific di Filipina, termasuk PLDT, Smart, Meralco, MPIC, Maynilad dan MPTC.


Namun, posisi Pangilinan sebagai wajah publik tidak sama dengan besarnya kepemilikan di First Pacific.


Sumber yang dikutip sejumlah media Filipina menyebut kepemilikan Pangilinan di First Pacific hanya sekitar 0,20%. Sementara Anthoni Salim tetap menjadi pemegang saham terbesar dengan sekitar 45,2%.


Filipina menjadi basis penting kelompok Salim


Perjalanan First Pacific menunjukkan bagaimana kelompok Salim membangun bisnis lintas negara dengan mengandalkan sektor-sektor yang memiliki kebutuhan pasar besar.


Telekomunikasi, listrik, air dan jalan tol bukan hanya bisnis dengan skala besar. Sektor-sektor tersebut juga berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.


First Pacific sendiri menyatakan portofolionya berfokus pada bisnis dengan potensi arus kas yang besar dan aset yang memiliki peluang pertumbuhan.


Hasilnya terlihat dalam kinerja grup.


Pada 2025, First Pacific mencatat tahun keenam berturut-turut pertumbuhan laba berulang dua digit. Perusahaan menyebut kontribusi dari bisnis inti, terutama MPIC dan Indofood, menjadi pendorong utama kinerja tersebut.


Dengan struktur tersebut, Filipina bukan lagi sekadar pasar tempat kelompok Salim memiliki beberapa investasi. Negara tersebut telah menjadi salah satu basis utama bisnis First Pacific, berdampingan dengan Indonesia dalam portofolio investasi kelompok Salim.