Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
PRESSCORNER.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan Pentagon untuk mengurangi secara signifikan latihan militer bersama dengan Korea Selatan yang dijadwalkan berlangsung selama 10 hari.
Trump menyebut latihan tersebut terlalu mahal dan mengirimkan sinyal yang tidak tepat kepada Korea Utara.
Perintah tersebut disampaikan hanya beberapa jam sebelum latihan tahunan Ulchi Freedom Shield dimulai.
Trump mengatakan latihan tidak mungkin dibatalkan sepenuhnya karena waktunya sudah terlalu dekat. Namun, ia meminta agar skala latihan dikurangi secara signifikan.
Trump Soroti Hubungan dengan Korea Utara
Mengutip Reuters, salah satu alasan yang dikemukakan Trump adalah hubungannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Trump menyebut latihan militer AS-Korea Selatan sebagai kegiatan yang “tidak tepat dan bermusuhan” terhadap Korea Utara.
Ia juga menilai Pyongyang tidak melakukan tindakan yang mengancam selama dirinya menjadi presiden.
Hubungan Trump dan Kim sendiri telah mengalami pasang surut. Pada masa jabatan pertamanya, Trump sempat menggunakan retorika keras terhadap pemimpin Korea Utara tersebut. Namun, keduanya kemudian bertemu dalam tiga pertemuan tingkat tinggi.
Meski demikian, pertemuan tersebut belum menghasilkan perubahan berarti terhadap program nuklir dan rudal balistik Korea Utara.
Selain biaya latihan dan hubungannya dengan Korea Utara, Trump juga menyinggung sikap Korea Selatan terhadap konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Trump mengatakan dirinya pernah menanyakan kepada Presiden Korea Selatan apakah Seoul bersedia bergabung dalam upaya AS untuk melakukan denuklirisasi Iran. Menurut Trump, Korea Selatan menolak tawaran tersebut.
Latihan Tetap Dimulai Sesuai Jadwal
Latihan Ulchi Freedom Shield dijadwalkan berlangsung pada 17-27 Agustus 2026 dan melibatkan sekitar 18.000 personel militer Korea Selatan.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan latihan tetap dimulai sesuai jadwal pada Senin. Namun, pihak Korea Selatan belum memberikan komentar mengenai pernyataan Trump.
Latihan tahun ini dirancang untuk menghadapi sejumlah kemampuan militer Korea Utara yang terus berkembang. Materinya antara lain mencakup penanganan drone, gangguan sinyal GPS, serta serangan siber.
Belum jelas bagian mana dari latihan yang akan dikurangi menyusul perintah Trump.
Dalam beberapa tahun terakhir, latihan AS-Korea Selatan sendiri telah semakin banyak menggunakan simulasi berbasis komputer dibandingkan latihan tembak langsung.
Simulasi tersebut mencakup berbagai skenario serangan rudal dan siber.











