BeritaInternasional

Yield Obligasi Jepang 10 Tahun Tembus Level Tertinggi dalam 3 Dekade

Avatar photo
9
×

Yield Obligasi Jepang 10 Tahun Tembus Level Tertinggi dalam 3 Dekade

Sebarkan artikel ini
Yield Obligasi Jepang 10 Tahun Tembus Level Tertinggi dalam 3 Dekade


PRESSCORNER.ID – Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang atau Japanese Government Bond (JGB) tenor 10 tahun melonjak ke level tertinggi dalam tiga dekade pada perdagangan Senin (17/8/2026).

Kenaikan tersebut terjadi seiring meningkatnya tekanan inflasi dan menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ).

Mengutip Reuters, yield JGB 10 tahun naik 5 basis poin menjadi 2,925%, level tertinggi sejak September 1996.

Yield tersebut telah meningkat selama enam sesi perdagangan berturut-turut, mencatat rangkaian kenaikan terpanjang dalam lebih dari satu tahun.

Perlu diketahui, harga obligasi bergerak berlawanan arah dengan imbal hasil. Ketika yield meningkat, harga obligasi cenderung turun.

Kenaikan yield JGB juga mengikuti tren pelemahan pasar obligasi global. Imbal hasil US Treasury meningkat pada akhir pekan lalu setelah reli yang sempat terjadi akibat data penjualan ritel AS yang lebih lemah dari perkiraan mulai mereda.

Ketegangan di Timur Tengah juga membuat investor tetap waspada, terutama karena harga minyak mentah kembali meningkat. Sementara itu, yield obligasi zona euro juga berakhir lebih tinggi pada pekan lalu.

“Pandangan bearish terhadap obligasi pemerintah saat ini menyebar secara global, dan tren kenaikan yield semakin menguat, yang menjadi perhatian,” kata Keisuke Tsuruta, Senior Bond Strategist Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities.

Menurutnya, dari sisi domestik Jepang, ketidakpastian mengenai kecepatan kenaikan suku bunga BOJ serta level suku bunga terminal masih menjadi perhatian utama pasar.

Yield JGB Jangka Pendek Ikut Naik

Kenaikan yield juga terjadi pada obligasi Jepang tenor lebih pendek.

Yield JGB dua tahun yang paling sensitif terhadap kebijakan suku bunga BOJ naik 3,5 basis poin menjadi 1,685%, level tertinggi sejak Mei 1995.

Sementara itu, yield JGB lima tahun naik 2 basis poin menjadi 2,155% dan berada di jalur untuk mencatat penutupan tertinggi sepanjang sejarah.

Untuk tenor panjang, yield JGB 30 tahun naik 5 basis poin menjadi 4,06%, yang berpotensi menjadi level penutupan tertinggi sejak 7 Juli.

Yield JGB 40 tahun, yang merupakan tenor terpanjang Jepang, juga naik 4 basis poin menjadi 4,115% dan berpotensi mencatat penutupan tertinggi sejak 25 Mei.

Ekonomi Jepang Tumbuh di Bawah Perkiraan

Kenaikan yield terjadi setelah pemerintah Jepang merilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 yang menunjukkan perlambatan.

Ekonomi Jepang tumbuh 1,1% secara tahunan (annualised) pada periode April-Juni, jauh di bawah perkiraan pasar sebesar 2%.

Konsumsi swasta tercatat stagnan, sementara belanja modal perusahaan turun 1,2% pada kuartal tersebut.

Meski pertumbuhan ekonomi lebih lemah dari perkiraan, tekanan inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ tetap menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan yield obligasi Jepang.