BeritaInternasional

Tegang! Tentara Korea Utara Lintasi Perbatasan, Korsel Beri Tembakan Peringatan

Avatar photo
8
×

Tegang! Tentara Korea Utara Lintasi Perbatasan, Korsel Beri Tembakan Peringatan

Sebarkan artikel ini
Tegang! Tentara Korea Utara Lintasi Perbatasan, Korsel Beri Tembakan Peringatan


PRESSCORNER.ID – Korea Selatan mengatakan militernya melepaskan tembakan peringatan setelah sejumlah tentara Korea Utara melintasi garis demarkasi militer yang memisahkan kedua negara.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Joint Chiefs of Staff/JCS) menyatakan, insiden tersebut terjadi di wilayah front timur. Setelah tembakan peringatan dilepaskan, tentara Korea Utara kembali ke wilayah mereka.

“Baru-baru ini, di Front Timur, pasukan Korea Utara melintasi garis demarkasi militer, sehingga militer kami melepaskan tembakan peringatan sesuai dengan prosedur operasional,” kata JCS dalam sebuah pernyataan dikutip dari Reuters, Minggu (16/8/2026).

JCS tidak menyebutkan tanggal pasti kejadian tersebut. Militer Korea Selatan mengatakan terus memantau pergerakan pasukan Korea Utara sembari mempertahankan kesiapan militer yang kuat.

Sebelumnya, kantor berita Yonhap melaporkan bahwa tembakan peringatan tersebut dilepaskan pada pekan lalu dengan mengutip seorang sumber yang tidak disebutkan namanya.

Menurut Yonhap, insiden tersebut merupakan pelanggaran pertama yang dilaporkan dilakukan pasukan Korea Utara terhadap garis demarkasi militer sepanjang 2026.

Tentara Korea Utara diduga sedang melakukan patroli ketika melintasi garis tersebut.

Kedutaan Besar Korea Utara di Singapura belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait insiden tersebut.

Korea Utara Langgar Garis Demarkasi 17 Kali Tahun Lalu

Yonhap melaporkan pasukan Korea Utara tercatat melintasi garis demarkasi militer sebanyak 17 kali sepanjang tahun lalu.

Garis demarkasi militer merupakan bagian dari Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan.

Kedua negara secara teknis masih berada dalam kondisi perang. Perang Korea 1950-1953 berakhir dengan perjanjian gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian.

Insiden terbaru tersebut terjadi di tengah hubungan yang masih tegang antara Seoul dan Pyongyang.

Korea Selatan mengatakan akan terus mempertahankan kesiapan militernya untuk menghadapi kemungkinan perkembangan situasi di sepanjang perbatasan.