PRESSCORNER.ID – HOUSTON. Stok minyak mentah AS—tidak termasuk cadangan dalam Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve)—mencatat peningkatan tak terduga dan kenaikan mingguan terbesar sejak Januari 2023 pada pekan lalu akibat penurunan ekspor.
Berdasarkan data Energy Information Administration (EIA) yang dilansir Reuters, Rabu (12/8/2026) inventaris minyak mentah naik sebesar 17,4 juta barel menjadi 424,4 juta barel pada pekan yang berakhir 7 Agustus—level tertinggi sejak 5 Juni.
Angka ini berbanding terbalik dengan Reuters dalam jajak pendapat analis yang memperkirakan penurunan stok sebesar 1,4 juta barel.
Stok minyak mentah di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma, naik sebesar 1,6 juta barel. Kontrak berjangka minyak mentah AS maupun Brent sama-sama memperpanjang penurunannya setelah laporan tersebut menunjukkan adanya lonjakan stok yang besar dan tak terduga.
Aktivitas pengolahan minyak mentah di kilang naik sebesar 26.000 barel per hari pada pekan tersebut, menurut EIA. Tingkat utilisasi kilang turun 0,3 poin persentase menjadi 96,2%.
Stok bensin AS turun 1 juta barel menjadi 208,7 juta barel pada pekan tersebut, kata EIA, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penurunan stok sebesar 1,2 juta barel.
Kontrak berjangka bensin AS memperpanjang penurunannya dan turun 0,63% setelah data menunjukkan penurunan stok bensin yang lebih kecil dari perkiraan.
Data EIA menunjukkan bahwa stok distilat—yang mencakup diesel dan minyak pemanas—turun sebesar 10.000 barel menjadi 107,1 juta barel pada pekan tersebut, dibandingkan dengan perkiraan penurunan sebesar 1,3 juta barel. Harga berjangka diesel AS berbalik menguat setelah rilis data tersebut dan naik 0,54%, meskipun penurunan stok diesel tercatat lebih kecil dari perkiraan.
Impor bersih minyak mentah AS meningkat sebesar 1,77 juta barel per hari, menurut EIA.











