PRESSCORNER.ID – Sri Mulyani Indrawati kembali mendapat kepercayaan dari Bank Dunia (World Bank), dengan ditunjuk sebagai Independent Co-Chair dalam proses International Development Association Replenishment 22 (IDA22).
Penunjukan ini menempatkan Sri Mulyani pada posisi strategis untuk memimpin proses penggalangan komitmen pendanaan bagi International Development Association (IDA), dana Bank Dunia yang selama ini menjadi salah satu sumber pembiayaan terbesar bagi negara-negara berpenghasilan rendah.
Dalam peran tersebut, Sri Mulyani akan bekerja bersama Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Bank Dunia, Paschal Donohoe.
Keduanya akan memimpin proses replenishment atau pengisian kembali dana IDA22 yang melibatkan negara-negara donor maupun negara penerima manfaat.
Apa Itu IDA22?
IDA22 merupakan siklus pendanaan ke-22 dari International Development Association, lembaga di bawah Bank Dunia yang menyediakan pinjaman berbunga rendah, pinjaman tanpa bunga, serta hibah bagi negara-negara termiskin di dunia.
Dana tersebut digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan, mulai dari pengentasan kemiskinan, pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, hingga penguatan ketahanan ekonomi.
Siklus IDA22 akan menentukan besaran pembiayaan lunak yang tersedia bagi 78 negara berpenghasilan rendah hingga 2031.
Peluncuran resmi proses IDA22 dijadwalkan berlangsung pada Mid-Term Review di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026.
Sementara itu, pertemuan akhir untuk menghimpun komitmen pendanaan dari negara-negara donor dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027.
Apa Peran Sri Mulyani di IDA22?
Sebagai Independent Co-Chair, Sri Mulyani bertugas mendorong dukungan kebijakan dan pendanaan dari negara-negara donor maupun negara peminjam agar target pendanaan IDA22 dapat tercapai.
Mengutip rilis resmi Bank Dunia, proses replenishment IDA digelar setiap tiga tahun sekali sebagai forum untuk menghimpun komitmen pendanaan baru sekaligus mengevaluasi arah kebijakan IDA dalam membantu negara-negara berpenghasilan rendah.
Sri Mulyani dipilih melalui proses seleksi yang dilakukan komite pencarian yang beranggotakan perwakilan negara donor dan negara peminjam.
Penunjukan tersebut didasarkan pada pengalamannya yang panjang di bidang keuangan publik, pembangunan internasional, dan lembaga keuangan multilateral.
Rekam Jejak Sri Mulyani di Bank Dunia
Independent Co-Chair untuk IDA22 bukan peran pertama Sri Mulyani di Bank Dunia. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Managing Director dan Chief Operating Officer Bank Dunia pada periode 2010-2016.
Saat itu, Sri Mulyani bertanggung jawab mengawasi operasional Bank Dunia di berbagai negara serta menyusun strategi untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan.
Mantan Menteri Keuangan RI ini juga memimpin penyusunan arah kebijakan IDA, mewakili Bank Dunia dalam berbagai forum internasional seperti G20, serta memimpin Advisory Council on Gender and Development.
Di lingkup internasional lain, ia juga pernah menduduki jabatan penting sebagai Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF).
Peran Sri Mulyani saat ini sangat strategis karena akan ikut menentukan arah pendanaan pembangunan global bagi negara-negara termiskin hingga 2031.











