BeritaSulawesi SelatanSulsel

Update Gempa Jepang Hari Ini 29 Juli 2026: Pencarian Korban Berlanjut, Lebih dari 100 Gempa Susulan

Avatar photo
3
×

Update Gempa Jepang Hari Ini 29 Juli 2026: Pencarian Korban Berlanjut, Lebih dari 100 Gempa Susulan

Sebarkan artikel ini
Update Gempa Jepang Hari Ini 29 Juli 2026: Pencarian Korban Berlanjut, Lebih dari 100 Gempa Susulan


Presscorner.id – Penanganan dampak gempa berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, memasuki hari kedua, Rabu (29/7/2026).

Tim penyelamat masih melakukan pencarian di sejumlah lokasi terdampak, termasuk pusat perbelanjaan yang mengalami kerusakan parah. Sementara itu, masyarakat diminta tetap waspada setelah lebih dari 100 gempa susulan dilaporkan terjadi sejak gempa utama.

Gempa terjadi pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 16.27 waktu Jepang. Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) mencatat magnitudo gempa sebesar M7,1.

Guncangan maksimum mencapai level 7 pada skala intensitas seismik Jepang di Kota Uki dan Hikawa, Prefektur Kumamoto.

Update Korban Gempa Kumamoto

Berdasarkan laporan Reuters pada Rabu (29/7/2026), sedikitnya dua orang telah dikonfirmasi meninggal dunia akibat rangkaian dampak gempa.

Korban dilaporkan terkait insiden di pusat perbelanjaan yang mengalami ledakan dan kerusakan serta keruntuhan bangunan di lokasi lain.

Jumlah korban masih berpotensi berubah karena proses pencarian, penyelamatan, dan pendataan terus berlangsung.

Karena itu, angka korban dalam pemberitaan awal perlu diperlakukan sebagai data sementara sampai pemerintah Jepang dan lembaga penanganan bencana mengeluarkan pembaruan berikutnya.

Pencarian Korban di Pusat Perbelanjaan Berlanjut

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto di Kashima.

Sebagian bangunan mengalami kerusakan setelah gempa dan sebuah ledakan dilaporkan terjadi. Tim penyelamat kemudian dikerahkan untuk mencari orang-orang yang dikhawatirkan masih berada di area terdampak.

Reuters sebelumnya melaporkan sekitar 20 hingga 30 pekerja belum diketahui keberadaannya setelah insiden tersebut.

Penyebab ledakan belum dapat dipastikan. Dugaan kebocoran gas menjadi salah satu kemungkinan yang diselidiki, sehingga informasi tersebut belum dapat disebut sebagai penyebab resmi.

Operasi pencarian berlanjut hingga Rabu.

Lebih dari 100 Gempa Susulan

Ancaman belum sepenuhnya berakhir setelah gempa utama.

Kumamoto Nichinichi Shimbun pada Rabu pagi melaporkan lebih dari 100 gempa susulan telah terjadi setelah gempa M7,1.

JMA sebelumnya juga meminta masyarakat di wilayah yang mengalami guncangan kuat untuk mewaspadai aktivitas gempa berikutnya.

Perhatian khusus diberikan dalam dua hingga tiga hari pertama setelah gempa utama.

Peringatan tersebut bukan berarti gempa besar berikutnya dipastikan akan terjadi. Masyarakat diminta tetap mengikuti informasi resmi JMA dan pemerintah setempat.

Peringatan Tsunami Sudah Dicabut

Sesaat setelah gempa utama, peringatan atau advisori tsunami dikeluarkan untuk kawasan Laut Ariake dan Laut Yatsushiro.

Berdasarkan laporan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang (MLIT), advisori tersebut dikeluarkan pukul 16.29 waktu setempat.

Peringatan kemudian dicabut pada pukul 18.10 setelah perkembangan kondisi dievaluasi.

Bandara Kumamoto Kembali Dibuka, Sejumlah Penerbangan Batal

Dampak gempa juga dirasakan sektor transportasi.

Laporan terbaru MLIT per Rabu (29/7/2026) pagi menyebut penutupan landasan pacu Bandara Kumamoto telah dicabut.

Landasan sebelumnya ditutup sejak pukul 16.27 hingga 19.05 pada Selasa.

Pasokan listrik di terminal serta layanan lift juga dilaporkan telah pulih.

Namun, operasional penerbangan masih terdampak.

Sebanyak 29 penerbangan di Bandara Kumamoto dibatalkan pada 28 Juli, sementara 14 penerbangan lainnya dijadwalkan batal pada 29 Juli.

Di Bandara Amakusa, dua penerbangan dibatalkan pada Selasa dan satu penerbangan dijadwalkan batal pada Rabu.

Pemerintah Jepang Periksa Infrastruktur

Pemerintah Jepang terus melakukan pemeriksaan terhadap jalan, jembatan, bendungan dan fasilitas infrastruktur lainnya setelah gempa.

MLIT juga menerapkan standar sementara yang lebih ketat untuk peringatan bahaya longsor di daerah yang mengalami guncangan kuat.

Pemeriksaan dilakukan karena gempa dangkal berkekuatan besar dapat melemahkan kondisi lereng dan infrastruktur, sementara gempa susulan masih berlangsung.

Di sektor maritim, keretakan dinding dilaporkan terjadi pada beberapa fasilitas galangan kapal di Kumamoto. Kerusakan pada kapal milik operator feri juga ditemukan, tetapi MLIT menyebut tidak ada korban jiwa dalam laporan sektor maritim tersebut.

WNI Diminta Tetap Waspada

Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan pemerintah Jepang.

KBRI Tokyo mengimbau WNI untuk memantau informasi dari otoritas setempat dan memperhatikan langkah evakuasi apabila diperlukan.

WNI juga diminta menghindari bangunan atau lokasi yang mengalami kerusakan serta terus memantau perkembangan gempa susulan.

Gempa Kumamoto Terkuat Sejak 2016

Gempa kali ini kembali membawa perhatian pada Kumamoto, wilayah yang pernah mengalami rangkaian gempa besar pada 2016.

Gempa 28 Juli 2026 mencapai intensitas maksimum 7 pada skala Jepang di Uki dan Hikawa.

JMA kemudian memberikan nama resmi “Gempa Kumamoto 2026” atau 2026 Kumamoto Earthquake untuk peristiwa tersebut.

Memasuki hari kedua, prioritas pemerintah Jepang masih tertuju pada pencarian dan penyelamatan korban, pemeriksaan kerusakan infrastruktur serta pengamanan masyarakat dari risiko gempa susulan.

Data korban dan kerusakan masih dapat berubah seiring masuknya laporan dari wilayah terdampak.

Sumber: Japan Meteorological Agency (JMA), Fire and Disaster Management Agency (FDMA) Jepang, Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) Jepang, Reuters, Kumamoto Nichinichi Shimbun, dan KBRI Tokyo.