PRESSCORNER.ID – ROMA. Neraca perdagangan Italia mencatat surplus €8,24 miliar pada Juli 2026. Realisasi surplus neraca dagang tersebut lebih tinggi dibandingkan konsensus proyeksi ekonom, yang memprediksi surplus perdagangan Italia di Juli 2026 hanya akan mencapai €4,77 miliar.
Istat, biro statistik nasional Italia, mengumumkan, Selasa (15/9/2026), kinerja tersebut ditopang terutama oleh perdagangan dengan negara-negara di luar Uni Eropa, yang menghasilkan surplus €6,99 miliar, sementara perdagangan dengan negara-negara Uni Eropa menyumbang surplus €1,25 miliar.
ekspor Italia pada Juli meningkat €4,73 miliar dibandingkan Juni. Jika transaksi energi dikeluarkan dari perhitungan, surplus perdagangan bahkan mencapai €13,76 miliar.
Perbaikan neraca perdagangan tersebut terjadi ketika ekspor dan impor bergerak berlawanan secara bulanan. Berdasarkan data yang telah disesuaikan secara musiman, ekspor meningkat 0,3% pada Juli dibandingkan Juni, sedangkan impor turun 1,2%. Dalam tiga bulan hingga Juli, ekspor masih tumbuh 1,3% dan impor meningkat lebih tinggi, yakni 2,8%.
Perbedaan kinerja antara perdagangan dengan Uni Eropa dan negara di luar blok tersebut menjadi salah satu faktor utama. Ekspor Italia ke Uni Eropa turun 5,6% secara bulanan pada Juli, sedangkan ekspor ke negara-negara non-Uni Eropa melonjak 6,9%. Dari sisi impor, arus barang dari Uni Eropa meningkat 0,8%, sementara impor dari negara non-Uni Eropa turun 3,6%.
Secara tahunan, kinerja perdagangan Italia masih mencatat pertumbuhan positif. Pada Juli, ekspor meningkat 4,7% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, sedangkan impor tumbuh 4,6%. Ekspor ke negara-negara Uni Eropa naik 2,7%, sementara ekspor ke luar Uni Eropa tumbuh lebih cepat sebesar 6,6%.
Dari sisi impor, arus barang dari Uni Eropa meningkat 4,9% secara tahunan, sedangkan impor dari negara-negara non-Uni Eropa tumbuh 4,2%. Dengan demikian, baik ekspor maupun impor sama-sama mencatat pertumbuhan tahunan pada Juli, meski pertumbuhan ekspor sedikit lebih tinggi.
Jika dilihat berdasarkan kelompok barang, barang antara menjadi salah satu pendorong utama ekspor. Ekspor barang antara meningkat 10,0% secara tahunan pada Juli, sementara ekspor barang modal naik 1,0% dan barang konsumsi tumbuh 2,5%. Ekspor energi meningkat paling tinggi, yakni 19,0%, meski kelompok energi hanya memiliki porsi 2,5% dari total ekspor.
Pada sisi impor, barang antara meningkat 7,7% secara tahunan dan barang modal naik 6,6%. Impor energi mencatat kenaikan paling tinggi, yakni 29,7%. Namun, energi juga menjadi satu-satunya kelompok utama yang menghasilkan defisit perdagangan besar, sebesar €5,52 miliar pada Juli.
Di luar energi, neraca perdagangan Italia menunjukkan surplus yang jauh lebih besar. Pada Juli, surplus perdagangan di luar energi mencapai €13,76 miliar. Secara kumulatif Januari-Juli 2026, surplus di luar energi mencapai €65,13 miliar, sedangkan total surplus perdagangan tercatat €32,88 miliar.
Perdagangan dengan sejumlah mitra non-Uni Eropa memberikan kontribusi besar terhadap surplus tersebut. Pada Juli, Italia mencatat surplus €3,63 miliar dengan Amerika Serikat, €2,38 miliar dengan Swiss, dan €2,05 miliar dengan Inggris. Perdagangan dengan Jepang juga menghasilkan surplus €505 juta.
Sebaliknya, perdagangan dengan China masih menghasilkan defisit terbesar. Pada Juli, defisit perdagangan Italia dengan China mencapai €4,20 miliar. Sepanjang Januari-Juli 2026, defisit dengan China mencapai €27,84 miliar. Italia juga mencatat defisit €3,76 miliar dengan negara-negara Asia lainnya pada Juli.
Sementara transaksi ekspor impor Italia dengan kawasan ASEAN masih mencetak defisit sebesar €133 juta di Juli 2026. Sementara di periode Januari-Juli 2026, total defisit neraca dagang Italia dengan ASEAN mencapai €2,10 miliar.
Ekspor Italia ke ASEAN tercatat merosot 26,9% secara tahunan di Juli 2026. Sementara impor hanya naik 0,5% secara tahunan.
Kinerja perdagangan Italia dengan negara-negara non-Uni Eropa secara keseluruhan cukup kuat. Ekspor ke kawasan tersebut meningkat 6,6% secara tahunan pada Juli, sementara impor naik 4,2%. Secara kumulatif Januari-Juli, ekspor ke luar Uni Eropa meningkat 4,8% dan impor tumbuh 5,3%.
Perkembangan perdagangan tersebut juga diikuti kenaikan nilai unit barang yang diperdagangkan. Secara tahunan pada Juli, indeks nilai unit ekspor meningkat 6,5%, sementara volume ekspor justru turun 1,7%. Untuk impor, nilai unit meningkat 7,5%, sedangkan volume impor turun 2,7%.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan nilai perdagangan Italia pada Juli berlangsung bersamaan dengan kenaikan nilai unit barang, sementara volume perdagangan justru mengalami penurunan secara tahunan. Dengan kata lain, kenaikan nilai ekspor dan impor tidak sepenuhnya mencerminkan peningkatan volume barang yang diperdagangkan.











