MAKASSAR, Presscorner.id – Lebih dari dua dekade setelah menjalani debut profesionalnya, Lionel Messi masih menjadi pusat harapan Argentina di panggung sepak bola dunia. Di usia 39 tahun, sang kapten tetap memimpin Albiceleste dalam perburuan gelar Piala Dunia FIFA 2026, membuktikan bahwa kualitas, visi bermain, dan kepemimpinannya belum memudar.
Bagi jutaan penggemar sepak bola, Messi bukan sekadar pemain hebat. Ia adalah ikon yang mengubah cara dunia memandang permainan indah. Dari bocah bertubuh mungil yang sempat diragukan karena gangguan hormon pertumbuhan, hingga menjadi salah satu pesepak bola paling berprestasi sepanjang sejarah, perjalanan kariernya telah menginspirasi banyak generasi.
Kini, di Piala Dunia 2026, Messi kembali memimpin Argentina dengan satu tujuan besar: mempertahankan status Albiceleste sebagai kekuatan utama sepak bola dunia dan membawa negaranya kembali ke partai final.
Anak Rosario yang Mengubah Sejarah Sepak Bola
Lionel Andrés Messi lahir di Rosario, Santa Fe, Argentina, pada 24 Juni 1987. Sejak kecil, bakatnya sudah terlihat saat bermain untuk klub lokal Newell’s Old Boys.
Namun, perjalanan menuju puncak tidak mudah. Saat berusia 11 tahun, Messi didiagnosis mengalami Growth Hormone Deficiency (GHD) atau kekurangan hormon pertumbuhan. Kondisi tersebut membuat pertumbuhan fisiknya terhambat dan biaya pengobatannya sangat mahal.
Kesempatan besar datang ketika FC Barcelona melihat bakat luar biasanya. Klub asal Catalonia itu bersedia membiayai pengobatannya dan memboyong Messi ke akademi La Masia, keputusan yang kemudian mengubah sejarah sepak bola modern.
La Masia, Awal Lahirnya Seorang Legenda
Messi menjalani pendidikan sepak bola di La Masia sebelum melakoni debut bersama tim utama Barcelona pada 2004.
Selama lebih dari 17 tahun membela klub tersebut, ia menjelma menjadi simbol kejayaan Barcelona. Bersama Blaugrana, Messi memenangkan hampir semua gelar bergengsi, termasuk berbagai trofi Liga Spanyol, Copa del Rey, dan Liga Champions UEFA.
Ia juga memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Barcelona, sekaligus menjadi pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk klub tersebut.
Menaklukkan Dunia Bersama Argentina
Di level tim nasional, perjalanan Messi juga penuh liku.
Ia sempat mendapat kritik setelah Argentina beberapa kali gagal di final Copa América dan Piala Dunia. Namun, Messi tidak menyerah.
Kerja kerasnya akhirnya terbayar ketika membawa Argentina menjuarai Copa América 2021, mengakhiri penantian gelar internasional selama hampir tiga dekade.
Puncaknya terjadi pada Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar, saat Messi memimpin Argentina menjadi juara dunia setelah mengalahkan Prancis melalui drama adu penalti. Gelar tersebut melengkapi koleksi trofinya dan mengakhiri perdebatan panjang mengenai statusnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Raja Ballon d’Or dan Pemecah Rekor
Sepanjang kariernya, Messi terus memecahkan berbagai rekor yang sulit ditandingi.
Ia menjadi pemain pertama yang meraih delapan Ballon d’Or, penghargaan individu paling bergengsi bagi pesepak bola dunia.
Selain itu, Messi juga tercatat sebagai:
- Pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Barcelona.
- Pemain dengan jumlah assist terbanyak dalam sejarah sepak bola modern di level elite.
- Salah satu pemain dengan gol terbanyak dalam sejarah sepak bola internasional.
- Peraih gelar terbanyak dalam sejarah sepak bola profesional, dengan koleksi trofi bersama klub dan tim nasional yang mencapai puluhan gelar.
Deretan pencapaian tersebut menempatkan Messi di jajaran legenda yang sulit disamai.
Fakta Unik Lionel Messi
Di balik prestasi luar biasanya, Messi memiliki sejumlah fakta menarik yang membuatnya semakin istimewa.
- Julukannya “La Pulga” atau “Si Kutu” muncul karena posturnya yang kecil, tetapi lincah dan sulit dihentikan lawan.
- Ia pernah menandatangani kontrak pertama bersama Barcelona di atas selembar serbet karena proses negosiasi berlangsung sangat cepat.
- Messi merupakan satu-satunya pemain yang berhasil mencetak lebih dari 90 gol dalam satu tahun kalender bersama klub dan tim nasional.
- Ia dikenal sebagai pemain yang lebih memilih membiarkan aksinya di lapangan berbicara daripada tampil kontroversial di luar lapangan.
- Meski telah meraih hampir semua gelar bergengsi, Messi tetap dikenal rendah hati dan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan keluarga.
Sang Maestro yang Masih Menjadi Andalan
Memasuki Piala Dunia 2026, banyak yang memprediksi turnamen ini akan menjadi penampilan terakhir Messi di ajang sepak bola terbesar dunia.
Meski tidak lagi mengandalkan kecepatan seperti saat muda, ia tetap menjadi otak permainan Argentina berkat visi, akurasi umpan, kemampuan membaca ruang, serta ketenangan mengambil keputusan.
Kehadirannya memberi kepercayaan diri bagi rekan-rekan setim, mulai dari Julián Álvarez, Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, hingga Rodrigo De Paul.
Misi Mempertahankan Mahkota Dunia
Argentina datang ke Piala Dunia 2026 sebagai juara bertahan dengan ambisi mempertahankan gelar.
Bagi Messi, kesempatan ini bukan hanya soal menambah koleksi trofi, tetapi juga menutup perjalanan panjangnya bersama tim nasional dengan pencapaian terbaik.
Jika mampu membawa Albiceleste kembali ke final, Messi akan kembali menorehkan sejarah sebagai salah satu pemain paling berpengaruh yang pernah tampil di Piala Dunia.
Prestasi Utama Lionel Messi
Bersama Barcelona
- Juara Liga Champions UEFA (4 kali).
- Juara La Liga (10 kali).
- Juara Copa del Rey (7 kali).
- Juara Piala Dunia Antarklub FIFA (3 kali).
Bersama Argentina
- Juara Piala Dunia FIFA 2022.
- Juara Copa América 2021 dan 2024.
- Juara Finalissima 2022.
- Juara Piala Dunia U-20 FIFA 2005.
- Medali emas Olimpiade Beijing 2008.
Penghargaan Individu
- Ballon d’Or: 8 kali.
- FIFA The Best Men’s Player.
- Sepatu Emas Eropa (European Golden Shoe): 6 kali.
- Pemain Terbaik Piala Dunia FIFA 2014 dan 2022 (Golden Ball).
Catatan Presscorner.id
Bagi Presscorner.id, Lionel Messi adalah bukti bahwa bakat luar biasa harus berjalan beriringan dengan kerja keras, disiplin, dan ketekunan. Perjalanan dari seorang anak yang menghadapi masalah hormon pertumbuhan hingga menjadi ikon sepak bola dunia menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari sebuah mimpi.
Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi bab terakhir Messi di panggung terbesar sepak bola. Apa pun hasilnya nanti, warisan yang ia tinggalkan telah melampaui angka statistik dan koleksi trofi. Ia telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia, sekaligus menempatkan namanya sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah olahraga.











