BeritaSulawesi SelatanSulsel

Wajah Baru TPA Tamangapa: Sampah Ditimbun Tanah Merah, Bau Menyengat Mulai Hilang

Avatar photo
2
×

Wajah Baru TPA Tamangapa: Sampah Ditimbun Tanah Merah, Bau Menyengat Mulai Hilang

Sebarkan artikel ini
Wajah Baru TPA Tamangapa: Sampah Ditimbun Tanah Merah, Bau Menyengat Mulai Hilang


Presscorner.id — Wajah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa di Kecamatan Manggala kini berubah drastis. Kawasan yang dulunya identik dengan hamparan sampah terbuka dan bau menyengat tersebut tengah mengalami transformasi besar-besaran menuju sistem pengelolaan sampah modern.

​Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Muhammad Amin, mengungkapkan bahwa progres fisik pembenahan di TPA Tamangapa saat ini telah melampaui 70 persen.

​”Rata-rata progres pembenahan di lapangan sudah di atas 70 persen. Kami menargetkan seluruh pekerjaan dapat dirampungkan tepat waktu,” ujar Amin, Rabu (15/7/2026).

​Transformasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk menghentikan praktik open dumping (pembuangan sampah terbuka), sejalan dengan kebijakan nasional yang melarang metode tersebut per 1 Agustus 2026. Sebagai gantinya, Pemkot Makassar menerapkan metode cover soil, yakni penutupan timbunan sampah menggunakan tanah urug (tanah merah).

​”Kami sedang berproses menuju sistem controlled landfill sebelum nantinya mencapai standar sanitary landfill. Salah satu syarat utamanya adalah seluruh timbunan sampah wajib ditutup menggunakan tanah urug agar tidak menimbulkan bau, menekan populasi lalat, serta mencegah pencemaran,” jelas Amin.

​Untuk mempercepat target, Dinas PU Makassar mengerahkan alat berat secara masif di lokasi. Di area atas TPA, disiagakan dua unit excavator dan dua unit bulldozer. Sementara di area bawah, dioperasikan tiga unit excavator dan tiga unit bulldozer untuk mengatur pasokan sekitar 100 rit tanah urug yang datang setiap harinya.

​Selain penataan gunungan sampah, Pemkot Makassar juga membangun sejumlah infrastruktur pendukung di dalam kawasan TPA Tamangapa. Proyek tersebut meliputi pembangunan sistem drainase, kolam penampungan air lindi (leachate pond), terasering kawasan, hingga pembangunan akses jalan utama menuju TPA yang saat ini sudah memasuki tahap pemasangan tiang pancang.

​Ke depan, TPA Tamangapa diproyeksikan hanya akan menerima sampah residu atau sisa sampah yang sudah tidak dapat didaur ulang. Masyarakat diharapkan mulai aktif melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari lingkungan rumah tangga melalui program bank sampah, pengomposan, maupun budidaya maggot. (*)