Gaya Hidup

Lebih dari Ajang Lari, Mandiri Jogja Marathon Beri Dampak Ekonomi hingga Lingkungan

Avatar photo
9
×

Lebih dari Ajang Lari, Mandiri Jogja Marathon Beri Dampak Ekonomi hingga Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Lebih dari Ajang Lari, Mandiri Jogja Marathon Beri Dampak Ekonomi hingga Lingkungan


PRESSCORNER.ID – YOGYAKARTA. Perhelatan lari Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 sukses digelar. Mengusung tema “More Than a Race”, gelaran tahunan ini menghadirkan pengalaman lari yang memadukan olahraga, budaya, pariwisata, keberlanjutan, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu rangkaian kegiatan yang terintegrasi.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, ajang sport tourism MJM tahun ini diikuti oleh 10.200 pelari dari 17 negara. Jumlah ini menjadi penyelenggaraan dengan jumlah peserta terbesar sejak pertama kali digelar pada 2017.

Para peserta mengikuti empat kategori lomba, yakni Marathon (42K), Half Marathon (21K), 10K, dan 5K Fun Run dengan lintasan yang telah tersertifikasi Association of International Marathons and Distance Races (AIMS).


Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, MJM telah berkembang menjadi lebih dari ajang olahraga.


Menurutnya, MJM merupakan platform kolaborasi yang menghubungkan komunitas, pelaku usaha lokal, pemerintah daerah, hingga masyarakat untuk bersama-sama menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

“MJM merupakan wujud sinergi yang terintegrasi antara Bank Mandiri, komunitas, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah. Kami ingin setiap langkah pelari memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat, sehingga MJM benar-benar hadir sebagai More Than a Race,” ujar Adhika, Minggu (21/6/2026).


Sebagaimana penyelenggaraan dari tahun ke tahun, bank berkode emiten BMRI ini memastikan MJM 2026 menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian, lingkungan, sosial, dan budaya di Yogyakarta. 


Adhika menyebutkan, sebagai bentuk nyata semangat “More Than a Race”, perseroan juga memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program literasi keuangan digital bagi pelaku UMKM di sekitar wilayah penyelenggaraan guna mendorong adopsi transaksi digital dan meningkatkan kapasitas usaha.


Upaya ini dilengkapi dengan program Mandiri LAKU LOKAL (mLaku Lokal) di Race Village kawasan Candi Prambanan yang menghadirkan 27 brand lokal dan 70 tenant UMKM sebagai ruang promosi bagi pelaku usaha kuliner dan ekonomi kreatif Yogyakarta. 


Tidak hanya itu, pemberdayaan ekonomi lokal juga dilakukan Bank Mandiri melalui penyelenggaraan UMKM Festival yang melibatkan sekitar 60 pelaku UMKM yang berdomisili di sekitar Candi Prambanan. Bank Mandiri pun memperkuat aspek pemberdayaan ekonomi lewat Literasi UMKM Pasar Ngasem.


Pada saat bersamaan, upaya keberlanjutan diwujudkan di sepanjang siklus acara, mulai dari fase Road to MJM 2026, Race Day, hingga Post-Race, guna mendorong partisipasi yang lebih bertanggung jawab.


Pada fase pre-event, peserta berkontribusi terhadap aksi iklim sejak registrasi melalui program One Ticket, One Climate Action yang terintegrasi dengan fitur Livin’ Planet, serta dapat mengimbangi jejak karbon lewat pembelian Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK). 


Saat race day, perseroan menerapkan pengelolaan kawasan zero waste to landfill, memakai racepack tekstil hasil upcycling, dan mengajak peserta mengikuti kampanye daur ulang pakaian Mandiri Looping for Life.


Setelah perlombaan, peserta program pengimbangan emisi memperoleh laporan personal sebagai penguat kesadaran terhadap dampak lingkungan.


Di sisi sosial dan budaya, bank berlogo pita emas ini menggulirkan rangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertema “Melangkah Bersama, Membangun Jogja”.


Melalui Mandiri Bakti Kesehatan, perseroan menghadirkan Mini General Check Up bagi 1.650 Abdi Dalem di Puro Pakualaman, Puralaya Imogiri, dan Keraton Ngayogyakarta, serta Khitanan Massal bagi 280 anak di sekitar Prambanan. 


Bank Mandiri juga menghadirkan kegiatan Mandiri Sahabat Desa, dengan implementasi berupa perbaikan jalan, pembangunan batas desa dan aksi bersih desa di 28 desa yang dilalui rute MJM serta pembagian 2.800 paket sembako.


Sementara pelestarian budaya diwujudkan melalui program “Pustaka Luhur, Akses untuk Semua” berupa digitalisasi manuskrip kuno koleksi Widyapustaka Pakualaman. Rangkaian ini menegaskan keunggulan berkelanjutan sekaligus penguatan ekosistem bagi masyarakat. 


para peserta juga tidak hanya disuguhkan pengalaman berlari, tetapi kesempatan menikmati kekayaan budaya dan keindahan lanskap khas Yogyakarta.


Rute yang dilalui melintasi sejumlah ikon budaya, seperti Candi Plaosan, Monumen Taruna, serta kawasan perdesaan yang turut berperan aktif dalam mendukung penyelenggaraan ajang tersebut.


Adhika menambahkan, melalui pendekatan yang mengintegrasikan olahraga, budaya, keberlanjutan, dan pemberdayaan ekonomi, MJM diharapkan terus menjadi benchmark sport tourism nasional sekaligus memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.


“Melalui Mandiri Jogja Marathon, kami ingin menghadirkan perayaan yang tidak hanya dinikmati para pelari, namun juga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah secara berkelanjutan,” ujar Adhika.