PRESSCORNER.ID – BEIJING. Impor kedelai China dari Amerika Serikat (AS) pada Mei 2026 naik 1,8% secara tahunan. Kenaikan ini terjadi karena kargo yang dibeli setelah Beijing melanjutkan pembelian kedelai AS akhir tahun lalu tiba di pelabuhan China.
Sabtu (20/6/2026), berdasarkan data Administrasi Umum Bea Cukai China, Negeri Tirai Bambu itu mengimpor 1,66 juta ton kedelai dari AS pada bulan Mei 2026. Jumlah itu naik dari impor kedelai China dari AS di periode yang sama tahun 2025 sebesar 1,63 juta ton.
Sementara itu, impor kedelai China dari Brasil turun 17,7% secara tahunan menjadi 9,96 juta ton di Mei 2026. Sekedar mengingatkan, impor kedelai dari Brasil di Mei 2025 mencapai 12,1 juta ton.
Total kedatangan kedelai China pun turun 15,3% secara tahunan menjadi 11,79 juta ton pada bulan Mei. Namun, volume tersebut melebihi ekspektasi analis sekitar 11 juta ton, sebagian karena logistik pelabuhan yang lebih lancar yang mendukung impor.
Pada periode Januari-Mei, impor kedelai dari Amerika Serikat masih anjlok 42,5% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 8,38 juta ton. Sementara, pengiriman dari Brasil naik 6,7% menjadi 22,68 juta ton di lima bulan pertama 2026.
Pertemuan puncak antara Presiden Donald Trump dan Xi Jinping pada 14-15 Mei 2026 tidak mengubah komitmen pembelian kedelai sebesar 25 juta metrik ton per tahun hingga tahun 2028, menurut pejabat senior AS dan pernyataan Gedung Putih.
Pada hari Kamis (18/6/2026), Departemen Pertanian AS mengkonfirmasi penjualan 132.000 ton kedelai AS ke China untuk pengiriman pada tahun pemasaran 2026/27, menandai pembelian pertama yang dilaporkan secara publik oleh China sejak pertemuan puncak Mei tersebut.











