PRESSCORNER.ID – SHANGHAI. Bank Sentral China atau People’s Bank of China (PBOC) memperbarui mekanisme operasi repo dan reverse repo overnight guna meningkatkan efektivitas pengelolaan likuiditas jangka pendek di pasar keuangan.
Langkah ini menunjukkan upaya otoritas moneter China untuk menjaga stabilitas pendanaan di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Dalam pengumuman yang dirilis Rabu (17/6/2026), PBOC menyatakan akan mengoptimalkan pelaksanaan operasi perjanjian pembelian kembali (repo) dan reverse repo sementara yang digunakan untuk mengatur kondisi likuiditas harian di sistem keuangan.
Salah satu perubahan utama adalah penyesuaian jadwal operasi. Mulai berlaku segera, pelaksanaan repo dan reverse repo sementara dilakukan pada pukul 15.00-15.30 waktu setempat pada hari kerja.
Sebelumnya, operasi tersebut berlangsung pada pukul 16.00-16.20.
Menurut PBOC, perubahan waktu ini dilakukan untuk memastikan penggunaan instrumen likuiditas yang lebih fleksibel dan efisien, sehingga bank sentral dapat merespons kebutuhan pendanaan pasar dengan lebih cepat.
Selain itu, bank sentral China juga menetapkan bahwa suku bunga operasi repo sementara akan berada 25 basis poin di bawah suku bunga reverse repo tenor tujuh hari di pasar terbuka.
Sementara itu, suku bunga reverse repo sementara dipatok 25 basis poin di atas suku bunga reverse repo tujuh hari.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan PBOC dalam mengelola fluktuasi likuiditas jangka pendek sekaligus menjaga stabilitas pasar uang China.











