PRESSCORNER.ID – Iran membantah informasi dari Qatar dan Kuwait terkait nasib sejumlah personel militernya yang disebut ditahan atau ditemukan tewas setelah memasuki wilayah kedua negara tersebut.
Seorang pejabat militer Iran pada Minggu (16/8/2026) meminta Qatar mengizinkan tim Iran masuk ke negara tersebut untuk menyelidiki nasib sejumlah pilot yang disebut Tehran ditangkap oleh pasukan Qatar.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Qatar membantah menahan pilot Iran. Doha pada Sabtu (15/8) mengatakan tim pencarian dan penyelamatnya telah menemukan jasad seorang pilot setelah pesawat Iran melanggar wilayah udara Qatar pada Maret dan tidak merespons upaya komunikasi.
Qatar menyatakan telah menghubungi Iran untuk mengoordinasikan penyerahan jasad pilot tersebut.
Doha juga mengundang Iran untuk meninjau hasil operasi pencarian dan penyelamatan, tetapi mengaku tidak mendapat tanggapan dari Tehran.
Mohammad Baqerzadeh, Komandan Komite Pencarian Orang Hilang pada Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, mengatakan seorang ahli Angkatan Udara Iran bersama tim pencari fakta telah menunggu selama berbulan-bulan untuk masuk ke Qatar.
Mengutip kantor berita semi-resmi Tasnim, Baqerzadeh menuduh pejabat Qatar berulang kali menunda penyelidikan dan menghalangi upaya pemulangan para pilot ke Iran.
Ia juga meminta Komite Internasional Palang Merah (ICRC) segera menindaklanjuti kasus tersebut.
Iran Tuduh Kuwait Tahan Empat Warga
Baqerzadeh juga menuding Kuwait menahan informasi mengenai nasib empat warga Iran yang berada dalam tahanan negara tersebut.
Pada Mei lalu, Iran mengatakan keempat orang tersebut merupakan anggota atau terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Mereka disebut sedang melakukan patroli maritim sebelum memasuki wilayah perairan Kuwait akibat gangguan navigasi.
Namun, Kuwait menyatakan keempat orang tersebut dicurigai merencanakan tindakan bermusuhan terhadap negara tersebut.
Perselisihan mengenai keberadaan personel Iran ini menambah ketegangan antara Tehran dan sejumlah negara Teluk di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan.











