BeritaSulawesi SelatanSulsel

Tiga Klinik, Tiga Keunggulan: Klinik Nuhrintama Serius Naik Kelas lewat Benchmarking di Lombok

Avatar photo
14
×

Tiga Klinik, Tiga Keunggulan: Klinik Nuhrintama Serius Naik Kelas lewat Benchmarking di Lombok

Sebarkan artikel ini
Tiga Klinik, Tiga Keunggulan: Klinik Nuhrintama Serius Naik Kelas lewat Benchmarking di Lombok


Presscorner.id — Tekad untuk terus berkembang bukan sekadar slogan bagi Klinik Nuhrintama. Membuktikan keseriusan itu, klinik yang berdomisili di Kabupaten Gowa ini menggelar kegiatan benchmarking ke sejumlah klinik unggulan di Pulau Lombok pada 12–14 Juni 2026. Tiga fasilitas kesehatan dipilih secara selektif berdasarkan keunggulan masing-masing, yakni Klinik Asy Syifa Mataram, Klinik Jepun, dan Klinik An Nur.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Klinik Nuhrintama, dr. Astari Pratiwi, M.Kes (Mars)., CHBSP., CSLM., CHLQM., FIHFAA, didampingi Nurridha Sasmitha, S.Kep., Ns., selaku Koordinator Pelayanan Klinis, dan Harleily Mayuni Baharsyah, S.Keb., selaku Koordinator Mutu.

Pemilihan ketiga klinik tersebut bukan tanpa alasan. Klinik Asy Syifa Mataram dikenal sebagai klinik berprestasi dengan segudang penghargaan di bidang mutu dan pelayanan kesehatan primer, menjadikannya tolak ukur standar pelayanan terbaik di kelasnya. Klinik Jepun dipilih karena keunggulannya sebagai klinik rawat inap dengan operasional 24 jam penuh dan jaringan cabang yang luas, menjadikannya referensi unggul dalam manajemen layanan berkelanjutan sekaligus skalabilitas fasilitas kesehatan. Sementara Klinik An Nur menjadi tujuan ketiga atas keunggulannya sebagai klinik beridentitas syariah yang berada di bawah naungan Imani Primary Care — sebuah badan manajemen pelayanan kesehatan primer yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam setiap aspek operasional dan pengelolaan klinik.

Selama tiga hari, tim Klinik Nuhrintama aktif berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan pengelola ketiga klinik tersebut, mendalami praktik terbaik (best practices) yang mencakup strategi peningkatan kepuasan pasien, pengembangan sumber daya manusia, manajemen mutu, keselamatan pasien, hingga inovasi pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Selain sebagai wahana pembelajaran, kunjungan ini sekaligus membuka peluang jejaring dan kolaborasi antar fasilitas kesehatan dalam mendukung ekosistem layanan kesehatan yang lebih kuat.

Menurut dr. Astari Pratiwi, benchmarking merupakan langkah strategis untuk memastikan Klinik Nuhrintama terus bertumbuh dan mampu menghadirkan layanan yang semakin profesional, efektif, serta berpusat pada keselamatan dan kenyamanan pasien.

“Dengan belajar dari klinik-klinik yang telah menerapkan inovasi dan sistem pelayanan yang baik, kami berharap dapat mengadopsi praktik terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Klinik Nuhrintama, sehingga kualitas layanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Dari Lombok, Klinik Nuhrintama pulang bukan dengan tangan kosong — melainkan membawa semangat baru, inspirasi nyata, dan tekad yang semakin bulat. Perjalanan benchmarking ini bukan titik akhir, melainkan awal dari babak baru transformasi pelayanan: Klinik Nuhrintama bergerak, belajar, dan siap menjadi yang terbaik untuk masyarakat Gowa. (*)