BeritaInternasional

Nikkei Jepang Jatuh ke Level Terendah 3 Pekan Rabu (20/5), Saham AI Dilepas Investor

Avatar photo
13
×

Nikkei Jepang Jatuh ke Level Terendah 3 Pekan Rabu (20/5), Saham AI Dilepas Investor

Sebarkan artikel ini
Nikkei Jepang Jatuh ke Level Terendah 3 Pekan Rabu (20/5), Saham AI Dilepas Investor


PRESSCORNER.ID – Indeks saham Jepang Nikkei melemah ke level terendah hampir tiga pekan pada perdagangan Rabu (20/5/2026), dipicu aksi ambil untung investor pada saham-saham terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang sebelumnya menjadi motor penguatan pasar.

Melansir Reuters, indeks Nikkei turun 1,6% ke level 59.558,06 pada perdagangan siang waktu setempat, sekaligus menyentuh posisi terlemah sejak 1 Mei. Sementara indeks Topix melemah 1,7% menjadi 3.784,67.

Chief strategist Kazuaki Shimada dari IwaiCosmo Securities mengatakan, investor mulai melepas saham-saham yang sebelumnya mendorong Nikkei mencetak rekor tertinggi baru awal bulan ini.

Menurut dia, koreksi tersebut merupakan penyesuaian yang wajar setelah pergerakan Nikkei terlalu bergantung pada segelintir saham besar.

Sebelumnya, Nikkei sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 63.799,32 pada 14 Mei lalu.

Saham perusahaan investasi teknologi SoftBank Group menjadi salah satu penekan utama pasar setelah anjlok 6%.

Sementara itu, produsen peralatan chip Tokyo Electron turun 3,75%.

Saham produsen kabel serat optik Fujikura merosot 7,7%, memperpanjang pelemahan selama lima sesi berturut-turut setelah perusahaan melaporkan proyeksi laba operasional tahun fiskal 2028 yang berada di bawah ekspektasi pasar.

Fujikura merupakan salah satu pemasok material untuk pusat data AI dan sebelumnya menjadi salah satu saham dengan kinerja terbaik selama reli Nikkei.

“Ketika Fujikura dijual, investor ikut melepas saham teknologi lainnya,” kata Shimada.

Meski demikian, ia menilai penurunan saham teknologi masih relatif terbatas menjelang laporan keuangan Nvidia yang akan dirilis setelah penutupan pasar AS.

Menurutnya, jika hasil Nvidia melampaui ekspektasi pasar, saham-saham teknologi Jepang berpotensi kembali menguat pada sesi perdagangan berikutnya.

Di tengah tekanan sektor teknologi, saham Advantest yang merupakan pemasok Nvidia justru naik 0,83%.

Sementara itu, saham Ube Corp melonjak 20% dan menjadi saham dengan kenaikan terbesar di Nikkei setelah produsen semen tersebut mengumumkan rencana peningkatan pembayaran dividen.

Dari lebih dari 1.600 saham yang diperdagangkan di pasar utama Bursa Efek Tokyo, sekitar 83% saham melemah, 14% menguat, dan sisanya bergerak stagnan.