ILUSTRASI. Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso (KONTAN/Lailatul Anisah)
PRESSCORNER.ID-JAKARTA. Pemerintah kembali menaruh harapan besar pada penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 di Mandalika International Circuit, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
Memasuki tahun kelima penyelenggaraan sejak pertama kali digelar pada 2022, ajang balap motor kelas dunia tersebut dinilai semakin berperan sebagai penggerak ekonomi dan pariwisata nasional.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan MotoGP Mandalika bukan sekadar ajang olahraga, melainkan instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Ini tidak hanya sekadar event olahraga biasa. Justru ini adalah instrumen strategis kita untuk mendorong perekonomian,” ujar Susiwijono dalam keterangannya, Jumat (19/6).
Menurutnya, penyelenggaraan MotoGP Mandalika telah memberikan kontribusi nyata terhadap aktivitas ekonomi nasional.
Pada gelaran 2025, event tersebut tercatat menghasilkan dampak ekonomi sebesar Rp 4,96 triliun yang berasal dari peningkatan kunjungan wisatawan, aktivitas transportasi dan akomodasi, perdagangan, serta berbagai kegiatan usaha yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Selain memberikan efek ekonomi, MotoGP Mandalika juga dinilai memperkuat reputasi Indonesia di mata dunia sebagai penyelenggara event internasional.
Susiwijono menilai keberhasilan Indonesia menggelar MotoGP selama lima tahun berturut-turut menjadi bukti tingginya kepercayaan internasional terhadap kemampuan Indonesia mengelola ajang berskala global.
“Penyelenggaraan event ini menunjukkan kepercayaan dunia internasional. Tidak semua negara yang mampu bayar juga dipercaya menyelenggarakan event, itu kuncinya,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan sport tourism dan sport industry merupakan sektor yang memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kita percaya dalam mendorong sport tourism dan sport industry, yang salah satunya bagaimana berbagai pihak, baik pemerintah, private sector, dan juga masyarakat, kita semua spending sama-sama untuk pertumbuhan daripada ekonomi,” kata Erick.
Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Moreno Soeprapto menilai antusiasme komunitas otomotif nasional terhadap MotoGP terus meningkat dari tahun ke tahun.
Menurutnya, ajang tersebut tidak hanya menggerakkan industri otomotif dan modifikasi dalam negeri, tetapi juga menjadi sarana untuk melahirkan pembalap muda Indonesia yang mampu bersaing di level internasional.
Dari sisi daerah, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri menyebut penyelenggaraan MotoGP telah memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Salah satunya melalui keterlibatan lebih dari 600 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam berbagai aktivitas pendukung acara.
Ia menambahkan, kehadiran MotoGP semakin memperkuat daya tarik Mandalika dan destinasi wisata lain di NTB, sekaligus membuka peluang investasi baru dan meningkatkan kunjungan wisatawan.
Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas Vivi Yulaswati juga menekankan bahwa sport tourism kini berkembang menjadi industri yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang besar.
Selain menghasilkan dampak ekonomi hingga triliunan rupiah, MotoGP turut berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekosistem pariwisata serta olahraga yang berkelanjutan.
Pemerintah berharap penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak hanya menghadirkan tontonan olahraga kelas dunia, tetapi juga semakin memperkuat posisi KEK Mandalika sebagai destinasi sport tourism unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata nasional.











