Gaya Hidup

Iran Akan Ajukan Protes kepada FIFA atas Pembatasan Perjalanan di Piala Dunia

Avatar photo
8
×

Iran Akan Ajukan Protes kepada FIFA atas Pembatasan Perjalanan di Piala Dunia

Sebarkan artikel ini
Iran Akan Ajukan Protes kepada FIFA atas Pembatasan Perjalanan di Piala Dunia


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Federasi Sepak Bola Iran berencana mengajukan keluhan resmi kepada FIFA terkait pembatasan perjalanan yang diberlakukan terhadap tim nasional mereka selama mengikuti Piala Dunia di Amerika Utara.

Akibat ketidakpastian mengenai visa dan hubungan yang memanas dengan Amerika Serikat, tim nasional Iran tidak bermarkas di wilayah AS, melainkan di Meksiko yang juga menjadi salah satu tuan rumah bersama turnamen tersebut.

Dari basis tersebut, Iran harus melakukan perjalanan bolak-balik untuk menjalani seluruh pertandingan fase grup yang berlangsung di Amerika Serikat.


Pihak berwenang AS mewajibkan skuad Iran memasuki wilayah negara itu maksimal 24 jam sebelum pertandingan dan meninggalkannya pada hari yang sama setelah laga usai. Kondisi ini membuat pelatih Iran, Amir Ghalenoei, menyebut timnya sebagai peserta yang “paling tertindas” di turnamen.

Federasi Sepak Bola Iran Nilai Aturan Tidak Adil


Dalam pernyataan resminya pada Jumat, Federasi Sepak Bola Iran menyampaikan bahwa mereka akan melayangkan protes kepada FIFA karena menilai pembatasan tersebut bertentangan dengan prinsip kesetaraan bagi seluruh peserta.


Pernyataan federasi berbunyi: “Federasi Sepak Bola Iran meyakini bahwa pembatasan ini tidak sejalan dengan prinsip penyediaan kondisi yang setara bagi tim-tim peserta dan dapat memengaruhi persiapan teknis mereka.”


Hingga kini, baik FIFA maupun Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait persoalan tersebut.

Persiapan Tim Disebut Terganggu


Amir Ghalenoei menilai gangguan perjalanan tersebut berdampak langsung terhadap performa timnya, termasuk saat Iran bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada Senin lalu.


Menurut Federasi Sepak Bola Iran, rencana ideal tim pelatih adalah tiba di kota penyelenggara dua hari sebelum pertandingan agar para pemain memiliki waktu cukup untuk beradaptasi dan mempersiapkan kondisi fisik maupun teknis.


Federasi menjelaskan: “Sesuai rencana staf pelatih, tim nasional perlu melakukan perjalanan ke kota tuan rumah dua hari sebelum setiap pertandingan guna mencapai kondisi teknis dan fisik yang optimal, kemudian kembali ke markas sehari setelah pertandingan.”


Namun, mereka mengungkapkan bahwa permintaan tersebut tidak disetujui untuk laga pembuka melawan Selandia Baru.


“Namun, untuk pertandingan pembuka melawan Selandia Baru, permintaan tersebut tidak disetujui.” lanjut pernyataan tersebut.

Iran Masih Menjalani Dua Laga Penting di Grup G


Iran dijadwalkan menghadapi Belgia pada 21 Juni di Los Angeles sebelum menutup perjuangan di Grup G dengan melawan Mesir pada 27 Juni di Seattle.


Dengan jadwal perjalanan yang ketat dan pembatasan masuk ke wilayah Amerika Serikat, Iran berharap FIFA dapat memberikan perhatian terhadap situasi yang mereka anggap berpotensi mengganggu asas keadilan kompetisi serta memengaruhi kesiapan tim di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.