PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Platform media digital dan ekosistem hiburan Hitztar resmi meluncurkan unit bisnis terbaru bertajuk Hitztar Talent.
Inisiatif ini dirancang sebagai ekosistem terintegrasi untuk membantu talenta digital berkembang dari content creator menjadi artis profesional melalui dukungan teknologi, edukasi, manajemen, hingga monetisasi.
CEO Hitztar Isha mengatakan, peluncuran Hitztar Talent merupakan jawaban atas perubahan industri hiburan yang kini semakin bertumpu pada kreator digital, short-form entertainment, live commerce, serta pertumbuhan creator economy di Asia Tenggara.
“Banyak talenta memiliki potensi besar, tetapi belum memiliki akses ke jalur industri yang terstruktur. Hitztar Talent dibangun untuk menjembatani kesenjangan tersebut—mengubah exposure menjadi opportunity, dan opportunity menjadi career,” ujar Isha dalam keterangan resmi, Selasa (19/5/2026).
Berbeda dari platform pencarian bakat konvensional, Hitztar Talent mengembangkan jalur pengembangan talenta secara menyeluruh (end-to-end), mulai dari proses pencarian bakat hingga monetisasi karier profesional.
Ekosistem Hitztar Talent mencakup beberapa pilar utama. Pertama, Talent Discovery Platform, yang memungkinkan talenta kreatif membangun profil digital, menampilkan karya, video showcase, serta portofolio yang dapat diakses oleh brand, agensi, rumah produksi, label musik, hingga casting director.
Kedua, Academy & Course Development, yang menyediakan program pelatihan untuk meningkatkan kapasitas talenta melalui kelas public speaking, akting, menyanyi, content creation, personal branding, live selling, hingga kewirausahaan digital.
Ketiga, Artist Management Integration, yang memberikan akses ke sistem manajemen profesional, termasuk pengelolaan citra, kerja sama endorsement, manajemen booking, kolaborasi kampanye, hingga pengembangan karier di industri hiburan.
Keempat, Community Crowdfunding Support, yang menjadi inovasi dalam ekosistem creator economy. Fitur ini memungkinkan komunitas dan penggemar mendukung perjalanan karier talenta melalui pendanaan untuk produksi karya, peluncuran proyek, maupun pengembangan profesional.
Kelima, Brand Collaboration & Monetization, yang menghubungkan talenta dengan peluang penghasilan melalui endorsement, live commerce, kolaborasi kampanye, penampilan acara, hingga produksi konten digital bersama brand.
Isha menegaskan bahwa visi Hitztar adalah membangun ekosistem hiburan yang tidak hanya menampilkan talenta, tetapi juga membentuk dan mengembangkan karier mereka secara berkelanjutan.
“Seiring pesatnya pertumbuhan creator economy, kami melihat kebutuhan akan platform yang mampu mengintegrasikan entertainment, education, monetization, dan talent development dalam satu ekosistem digital,” kata Isha.
Peluncuran Hitztar Talent menandai transformasi Hitztar dari platform media digital menjadi infrastruktur ekosistem hiburan bagi generasi kreator berikutnya di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.











