BeritaInternasional

Pengiriman LNG AS ke China Kembali Mengalir, 4 Kapal dalam Perjalanan

Avatar photo
9
×

Pengiriman LNG AS ke China Kembali Mengalir, 4 Kapal dalam Perjalanan

Sebarkan artikel ini
Pengiriman LNG AS ke China Kembali Mengalir, 4 Kapal dalam Perjalanan


PRESSCORNER.ID – Empat kapal pengangkut gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) asal Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah berlayar menuju China dan diperkirakan tiba pada Juni mendatang.

Berdasarkan data perusahaan keuangan LSEG yang dilansir Reuters Selasa (19/5/2026), pengiriman ini menjadi kargo LNG AS pertama yang tercatat berlayar langsung ke China pada masa jabatan kedua Presiden AS Donald Trump.

Kunjungan Trump ke Beijing pekan lalu dalam pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping turut menyoroti peluang peningkatan perdagangan energi.

Dalam wawancara dengan Fox News pada 14 Mei, Trump menyebut China tertarik membeli minyak, LNG, dan berbagai komoditas dari Amerika Serikat.

China sendiri merupakan importir gas terbesar di dunia, sementara Amerika Serikat merupakan produsen, konsumen, sekaligus eksportir LNG terbesar global.

Namun, hubungan dagang LNG kedua negara masih dibayangi tarif impor sebesar 25% yang dikenakan China terhadap LNG asal AS, sehingga menjadi hambatan utama pemulihan perdagangan energi tersebut.

Meski demikian, meningkatnya harga gas global akibat konflik di Timur Tengah serta pergerakan pasar energi membuat pengiriman LNG dari AS ke China kembali terbuka.

Empat kapal yang saat ini dalam perjalanan diperkirakan akan tiba di pelabuhan Tianjin antara 15 hingga 28 Juni.

Kapal Umm Al Hanaya berangkat dari fasilitas ekspor Sabine Pass milik Cheniere Energy di Louisiana pada 5 Mei.

Sementara tiga kapal lainnya, yakni Id’Asah, Al Sene, dan Lamail, berangkat dari fasilitas Plaquemines milik Venture Global pada periode 8 hingga 18 Mei, menurut data LSEG.

Cheniere Energy dan Venture Global merupakan dua produsen LNG terbesar di Amerika Serikat.

Di sisi lain, harga gas global mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Pasar gas Eropa melalui acuan Dutch Title Transfer Facility (TTF) diperdagangkan di level sekitar US$17 per juta British thermal unit (mmBtu), tertinggi dalam enam minggu terakhir.

Sementara itu, harga gas Asia melalui Japan-Korea Marker (JKM) juga naik ke sekitar US$19 per mmBtu.

Sebaliknya, harga gas di Amerika Serikat relatif lebih rendah. Kontrak berjangka Henry Hub di Louisiana diperdagangkan di sekitar US$3 per mmBtu, meski juga menyentuh level tertinggi dalam tujuh minggu terakhir.