PRESSCORNER.ID – Ekspor domestik nonmigas (non-oil domestic exports/NODX) Singapura melonjak 24,5% secara tahunan (year on year/YoY) pada April 2026, jauh melampaui ekspektasi pasar.
Kenaikan ini terutama didorong oleh lonjakan permintaan global terhadap produk elektronik terkait kecerdasan buatan (AI).
Berdasarkan data pemerintah yang dirilis Senin (18/5/2026), pertumbuhan ekspor tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan median proyeksi ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan sebesar 10,9%.
Kinerja ekspor Singapura ditopang oleh peningkatan pengiriman produk elektronik seperti sirkuit terpadu (integrated circuits), media penyimpanan disk, dan komputer pribadi (PC), seiring kuatnya permintaan teknologi berbasis AI.
Di antara pasar utama Singapura, ekspor ke Amerika Serikat (AS), China, dan Korea Selatan tercatat meningkat.
Sebaliknya, pengiriman barang ke Indonesia mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Badan pengembangan perdagangan pemerintah, Enterprise Singapore, menyebutkan sektor elektronik tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekspor negara kota tersebut di tengah transformasi global menuju ekonomi digital dan adopsi AI yang semakin masif.
Pekan lalu, Menteri Perhubungan sementara Singapura, Jeffrey Siow, menegaskan bahwa negaranya perlu mengambil “langkah berani” dengan berinvestasi di sektor-sektor baru seperti teknologi kuantum dan industri antariksa.
Menurutnya, Singapura akan membangun kekuatan baru dengan bertumpu pada sektor-sektor yang sudah mapan seperti semikonduktor, manufaktur canggih, dan kedirgantaraan.
“Kami tidak ingin hanya menjadi bagian dari rantai pasok. Kami ingin menjadi bagian dari rantai pasok yang tidak bisa digantikan,” ujar Jeffrey.
Kinerja ekspor yang melampaui ekspektasi ini menjadi sinyal positif bagi ekonomi Singapura, yang sangat bergantung pada perdagangan global dan tengah berupaya memperkuat posisinya sebagai pusat teknologi dan inovasi di Asia.











