PRESSCORNER.ID – SINGAPURA. Operator pusat data global DayOne sedang mempertimbangkan penawaran umum perdana ganda di Singapura dan AS. Meski begitu, rencana di Singapura belum pasti pada tahap ini.
Sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters pada Minggu (17/5/2026), DayOne awalnya mempertimbangkan pencatatan saham tunggal di New York, tetapi telah dibujuk oleh pejabat pasar saham Singapura untuk melakukan pencatatan saham bersama, seperti yang dilaporkan Financial Times sebelumnya pada hari Minggu.
Sumber tersebut berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim karena informasi tersebut belum dipublikasikan. Operator pusat data tersebut menolak berkomentar.
Reuters melaporkan pada bulan Februari bahwa DayOne berencana untuk mengumpulkan $5 miliar dalam IPO AS yang dapat menilai perusahaan tersebut sebesar $20 miliar.
GDS Holdings yang berbasis di Shanghai mendirikan GDS International di Singapura pada tahun 2022, yang kemudian diubah namanya menjadi DayOne pada Januari 2025 setelah pemisahannya dari perusahaan induk.
Investor DayOne yang berbasis di Singapura saat ini termasuk perusahaan investasi AS Coatue Management, SoftBank Vision Fund, dan pendiri Citadel Securities, Ken Griffin.
GDS mempertahankan kepemilikan saham minoritas di perusahaan tersebut.
DayOne mengumpulkan lebih dari US$ 2 miliar dalam pendanaan ekuitas seri C pada bulan Januari, tetapi tidak mengungkapkan valuasi pada saat itu.
Putaran pendanaan tersebut dihargai 100% lebih tinggi dari penggalangan ekuitas sebelumnya, kata operator pusat data tersebut pada saat itu. Putaran tersebut dipimpin oleh investor yang sudah ada, Coatue, dengan partisipasi dari investor termasuk dana kekayaan negara Indonesia, Otoritas Investasi Indonesia.











