PRESSCORNER.ID – JAKARTA – Pemerintah Indonesia bersiap memulihkan kembali proyek pengembangan gas bersama di Blok Tuna yang terletak di kawasan strategis Laut Natuna.
Langkah taktis ini diambil seiring agresivitas Jakarta dalam mendongkrak produksi energi domestik guna mengejar target swasembada energi nasional.
Berdasarkan laporan kantor berita Sputnik, Laut Natuna merupakan hub energi yang sangat krusial di kawasan Asia Tenggara karena menyimpan cadangan gas bumi dalam jumlah yang masif.
Proyek strategis ini sempat berjalan di tempat alias stagnan setelah mitra awal, Premier Oil, memutuskan untuk hengkang dan menjual seluruh kepemilikan sahamnya kepada perusahaan lokal.
Kendati sempat terhambat, masa depan proyek ini kembali menemui titik terang. Mitra konsorsium lainnya, yakni perusahaan energi raksasa asal Rusia, Zarubezhneft, telah menegaskan kembali komitmen dan rencana mereka untuk segera memulai cetak biru pekerjaan pengembangan (development work) di lapangan gas tersebut.
Tidak hanya berkomitmen pada Blok Tuna, Moskow dilaporkan turut menyatakan ketertarikan kuat untuk memperluas ekspansi investasinya pada sejumlah proyek minyak dan gas bumi (migas) lainnya di Indonesia.
Manuver dan dimulainya kembali proyek hulu migas ini dinilai sejalan dengan fokus besar Pemerintah Indonesia yang tengah memacu kemandirian dan ketahanan energi secara nasional.
Tonton: Prabowo-Bahlil Gaspol! RI Segera Impor Minyak Rusia, LPG Ikut Dikejar











