PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Iran mulai merespons proposal Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari dua bulan.
Respons tersebut dikirim melalui Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam upaya perundingan damai kedua negara.
Mengutip kantor berita resmi Iran, IRNA, Minggu (10/5/2026), sumber yang mengetahui proses negosiasi menyebut tahap pembicaraan saat ini akan difokuskan pada penghentian permusuhan di kawasan.
Menurut sumber tersebut, Iran ingin pembahasan awal hanya menyasar upaya gencatan senjata dan meredakan eskalasi konflik sebelum masuk ke isu yang lebih kompleks.
Sumber dari kedua pihak sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa proposal perdamaian terbaru mengarah pada pembentukan nota kesepahaman sementara.
Kesepakatan itu ditujukan untuk menghentikan perang sekaligus membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang sempat terganggu akibat konflik.
Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah.
Gangguan di wilayah tersebut sempat memicu kekhawatiran pasar global terhadap pasokan energi.
Meski begitu, pembicaraan damai diperkirakan masih akan berlangsung alot.
Pasalnya, kesepakatan jangka panjang nantinya juga harus membahas persoalan sensitif, termasuk program nuklir Iran yang selama ini menjadi sumber ketegangan dengan AS dan negara-negara Barat.











