BeritaInternasional

Industri Kembang Api China Bergairah Lagi Jelang Hari Kemerdekaan AS, Pesanan Naik!

Avatar photo
11
×

Industri Kembang Api China Bergairah Lagi Jelang Hari Kemerdekaan AS, Pesanan Naik!

Sebarkan artikel ini
Industri Kembang Api China Bergairah Lagi Jelang Hari Kemerdekaan AS, Pesanan Naik!


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Industri kembang api China kembali menikmati peningkatan permintaan dari Amerika Serikat menjelang perayaan Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli 2026. Pelonggaran tarif perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia mendorong lonjakan pesanan dari importir AS, terutama bagi produsen di kota Liling, China selatan.

Salah satu produsen yang merasakan dampak positif tersebut adalah Black Scorpion Fireworks. Pada salah satu kotak produknya bahkan terpampang gambar Presiden AS Donald Trump yang mengangkat tangan mengepal usai upaya pembunuhan gagal pada 2024, dipadukan dengan bendera AS dan slogan “Fight for America”.

Wilson Lam, manajer bisnis AS untuk Black Scorpion Fireworks, mengatakan perayaan Hari Kemerdekaan AS tahun ini diperkirakan akan berlangsung lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Menurut Lam, pada tahun lalu produsen kembang api China menghadapi lonjakan tarif lebih dari 100 poin persentase yang menekan permintaan dari AS. Namun setelah hambatan dagang mulai dilonggarkan, pesanan dari pelanggan Amerika untuk merek Black Scorpion meningkat sekitar 15% hingga 30% tahun ini.

Liling sendiri dikenal sebagai salah satu pusat produksi kembang api tertua di China dengan sejarah lebih dari 1.300 tahun. Awalnya, kembang api digunakan masyarakat setempat untuk mengusir roh jahat sebelum berkembang menjadi industri besar berorientasi ekspor.

Lam menilai hubungan ekonomi antara China dan AS tetap saling bergantung meskipun ketegangan dagang sempat memanas. Ia menyoroti rencana kunjungan Donald Trump ke Beijing pada pertengahan Mei, hanya beberapa pekan sebelum peringatan 250 tahun Hari Kemerdekaan AS.

Menurutnya, Amerika Serikat menyerap hampir 40% ekspor kembang api China. “Suami dan istri juga bertengkar, itu normal. Tetapi kita tidak bisa hidup tanpa satu sama lain karena kita adalah mitra dagang terbesar di dunia,” ujarnya.

Sebagian besar pengiriman untuk perayaan 4 Juli disebut sudah dikirim atau sedang dalam perjalanan menuju AS. Karena itu, penghentian sementara produksi pekan ini akibat inspeksi keselamatan pasca-ledakan mematikan di salah satu pabrik di kawasan tersebut diperkirakan tidak akan mengganggu pasokan.

Tarif Trump Sempat Tekan Industri Kembang Api

Beberapa kotak produk juga menampilkan slogan kampanye Trump, “Make America Great Again”, yang sebelumnya identik dengan upaya membawa kembali lapangan kerja manufaktur ke AS dari China dan negara lain.

Data dari Observatory of Economic Complexity menunjukkan ekspor kembang api China mencakup sekitar dua pertiga penjualan global tahun lalu. Nilainya mencapai US$ 1,14 miliar, sedikit turun dibandingkan US$ 1,16 miliar pada tahun sebelumnya.

Biasanya, produsen mulai mengirim pesanan pada April untuk kebutuhan perayaan 4 Juli. Namun tahun lalu banyak pengiriman tertunda setelah AS menaikkan tarif impor hingga 145 poin persentase menyusul kebijakan “Liberation Day” dari Trump.

Langkah balasan dari China kemudian mendorong Washington menurunkan hambatan perdagangan hanya dalam beberapa pekan. Produk Black Scorpion yang dikirim setelah Hari Kemerdekaan akhirnya digunakan untuk perayaan lain seperti Tahun Baru.

Pabrik-pabrik Black Scorpion berlokasi di koridor industri kembang api di Provinsi Hunan dan Jiangxi. Media pemerintah China menyebut industri tersebut mempekerjakan ratusan ribu pekerja.

Produsen Diversifikasi Pasar Ekspor

Sekitar 70% bahan baku industri berasal dari kota Liuyang yang dikenal memiliki lebih dari 400 toko kembang api dan menjadi destinasi festival kembang api rutin.

Namun tidak semua produsen tetap fokus ke pasar AS. Liu Fangguo, pendiri Shengding Fireworks Factory di Pingxiang, mengaku mulai mengalihkan ekspor ke pasar domestik dan negara lain guna mengurangi dampak perang tarif.

“Kami mencoba segala cara untuk beralih ke penjualan domestik atau menjual ke negara lain,” kata Liu. “Kami perlahan pulih, tetapi dampak tarif masih terasa.”

Sementara itu, Presiden American Chamber of Commerce in Shanghai Eric Zheng mengatakan pelaku usaha AS masih mewaspadai potensi memburuknya hubungan dagang China-AS. Meski demikian, banyak perusahaan memperkirakan kunjungan Trump ke China dapat memperpanjang “gencatan senjata” sementara dalam konflik perdagangan kedua negara.

Menurut Zheng, konsumen AS masih sangat bergantung pada produk ekspor China yang murah dan berkualitas, mulai dari kembang api hingga pakaian dan sepatu.

“Jika Anda meninggalkan China, itu akan menjadi kerugian bagi konsumen AS,” ujarnya.

“Jadi biarkan mereka membuat kembang api,” tambahnya.