PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Iran menyatakan tengah meninjau proposal terbaru dari Amerika Serikat (AS), di tengah sinyal bahwa kedua pihak semakin dekat mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik di kawasan Teluk.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, dikutip kantor berita ISNA, mengatakan Teheran akan segera menyampaikan responsnya melalui Pakistan.
Negara tersebut sebelumnya menjadi tuan rumah satu-satunya perundingan damai dan kini berperan sebagai penghubung utama komunikasi antara Iran dan AS.
Sumber yang mengetahui proses mediasi menyebutkan, Washington dan Teheran sedang membahas memorandum satu halaman berisi 14 poin sebagai langkah awal penghentian konflik.
Isu-isu kompleks seperti program nuklir Iran akan dibahas lebih lanjut dalam tahap berikutnya.
Presiden AS Donald Trump tidak merinci isi proposal tersebut, namun menyebut konflik bisa berakhir jika Iran menyetujui apa yang telah disepakati.
Ia juga menilai masih terlalu dini untuk membahas pertemuan langsung guna menandatangani perjanjian.
Sumber dari Pakistan menegaskan kesepakatan semakin dekat. “Kami akan segera menutup ini. Kami semakin mendekat,” ujarnya.
Kabar potensi kesepakatan langsung mengguncang pasar global. Harga minyak dunia jenis Brent turun sekitar 11% ke kisaran US$ 98 per barel.
Pasar saham global menguat, sementara imbal hasil obligasi turun, mencerminkan optimisme berakhirnya konflik yang selama ini mengganggu pasokan energi.
Dalam pernyataannya, Trump juga menyinggung bahwa blokade di Selat Hormuz dapat dibuka untuk semua pihak, termasuk Iran, jika kesepakatan tercapai.
Namun, ia memperingatkan bahwa jika Iran menolak, serangan militer akan kembali meningkat dengan intensitas lebih tinggi.
Sebelumnya, Trump juga menghentikan sementara misi angkatan laut AS untuk membuka blokade Selat Hormuz, menyusul kemajuan dalam perundingan damai.











