PRESSCORNER.ID – HONG KONG/LONDON. HSBC mencetak kinerja di luar dugaan. Reuters melaporkan, mengutip laporan keuangan HSBC yang dipublikasikan Selasa (5/5/2026), bank asal Inggris tersebut melaporkan kerugian kredit sebesar US$ 400 juta di kuartal I-2026, akibat kasus penipuan di Inggris.
Kerugian terkait penipuan, bersamaan dengan provisi yang diambil untuk mengantisipasi dampak perang AS-Israel dengan Iran, mendorong kerugian kredit ekspektasian HSBC untuk kuartal pertama menjadi US$ 1,3 miliar.
Alhasil, bank terbesar di Eropa ini membukukan laba sebelum pajak sebesar US$ 9,4 miliar untuk periode Januari-Maret. Realisasi ini turun tipis dibandingkan realisasi di periode setahun sebelumnya, yakni US$ 9,5 miliar. Angka tersebut juga lebih rendah dari konsensus proyeksi analis, sebesar US$ 9,59 miliar.
Kerugian tersebut menjadi alasan regulator keuangan di seluruh dunia semakin khawatir terkait paparan bank terhadap utang perusahaan swasta, yang nilainya diperkirakan mencapai US$ 3,5 triliun. Pembiayaan ke sektor ini dinilai kerapkali tidak transparan.
Sekadar informasi, HSBC memberikan pinjaman kepada sebuah perusahaan ekuitas swasta, yang kemudian membiayai sekuritisasi.
Chief Financial Officer HSBC Pam Kaur menolak menyebutkan nama perusahaan yang terlibat ketika ditanya oleh wartawan, Selasa (5/5/2026). Tetapi ia mengkonfirmasi paparan tersebut terkait dengan pinjaman terkait kredit swasta.
“Kami telah meninjau secara menyeluruh seluruh konsentrasi risiko tertinggi dan paparan kami di semua lini, dan kami tidak menemukan risiko serupa di lini lainnya,” tutur Kaur, merujuk pada tuduhan terkait penipuan tersebut, dikutip Reuters, Selasa (5/5/2026).
Tahun lalu, HSBC mulai memperluas pinjaman kredit swasta. Bank ini bergabung dengan sejumlah bank global lainnya yang telah mulai bermitra dengan perusahaan kredit swasta spesialis, seiring dengan berkembangnya industri ini.
HSBC mengungkap memiliki paparan terhadap pasar swasta sebesar US$ 111 miliar. Sekitar US$ 22 miliar di antaranya terkait dengan kredit swasta.
Tapi HSBC juga menaikkan proyeksi pendapatan bunga bersih atawa net interest income menjadi sekitar US$ 46 miliar untuk tahun ini. Sebelumnya, proyeksi pendapatan bunga bersih HSBC untuk tahun ini cuma US$ 45 miliar.











