PRESSCORNER.ID – Harga emas dunia mulai bangkit dari level terendah dalam lima pekan, namun penguatannya masih terbatas di tengah kekhawatiran inflasi dan ketidakpastian geopolitik.
Melansir Reuters pada perdagangan Selasa (5/5/2026), harga emas spot naik 0,7% ke level US$ 4.553,41 per ons, setelah sebelumnya menyentuh posisi terendah sejak 31 Maret.
Sejalan, kontrak emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Juni menguat 0,7% ke US$ 4.563,50 per ons.
Analis independen Ross Norman mengatakan, pelemahan harga minyak akibat aksi ambil untung memberikan ruang bagi emas untuk rebound dari posisi terendahnya.
“Meski ketegangan di Timur Tengah meningkat, pasar tampaknya mulai menormalisasi risiko tersebut,” ujarnya.
Harga minyak mentah Brent memang terkoreksi, namun masih bertahan di atas US$ 110 per barel. Pelaku pasar tetap mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, khususnya terkait ketegangan antara AS dan Iran di Selat Hormuz.
Sejak konflik meningkat pada akhir Februari, pergerakan emas cenderung berbanding terbalik dengan harga minyak. Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan menekan ekspektasi penurunan suku bunga, sehingga harga emas terkoreksi lebih dari 13% dalam periode tersebut.
Sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding), emas cenderung kurang diminati saat suku bunga tinggi karena investor beralih ke instrumen yang menawarkan yield lebih menarik.
Meski demikian, Norman menilai fundamental emas masih berpotensi menguat dalam jangka menengah.
Saat ini, pasar dinilai berada dalam fase konsolidasi setelah reli signifikan pada kuartal I-2026.
“Pasar fisik mulai berupaya membentuk level dasar harga setelah pergerakan yang sangat kuat sebelumnya,” jelasnya.
Selain faktor geopolitik dan inflasi, pelaku pasar juga menantikan rilis sejumlah data tenaga kerja AS, seperti data lowongan kerja, laporan ADP, serta payroll April.
Data tersebut akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga bank sentral AS ke depan.
Di logam mulia lainnya, harga perak naik 1,3% ke US$ 73,69 per ons, platinum menguat 1,7% ke US$ 1.977,20, dan paladium naik 1,8% ke US$ 1.507,01.











