PRESSCORNER.ID – NEW YORK. Citigroup akan mengumumkan target profitabilitas jangka menengah terbaru dalam agenda investor day pekan ini.
Bank asal Amerika Serikat (AS) tersebut juga menyiapkan strategi pertumbuhan berbasis efisiensi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
CEO Jane Fraser mengatakan, perusahaan akan memaparkan target baru serta jalur pertumbuhan masing-masing lini bisnis, seiring rampungnya proses transformasi yang telah berjalan beberapa tahun terakhir.
“Kami akan menetapkan target baru dan jalur pertumbuhan untuk setiap bisnis,” ujarnya dilansir dari Reuters Selasa (5/5/2026).
Manajemen berencana menaikkan standar kinerja di atas target 2026. Saat ini, Citigroup membidik return on tangible common equity (ROTCE) di kisaran 10%–11% pada tahun ini.
Transformasi yang dilakukan sejak 2021 mencakup penyederhanaan bisnis, termasuk melepas unit ritel global yang kurang menguntungkan serta memangkas lapisan manajemen untuk meningkatkan efisiensi.
Sejumlah analis memperkirakan bank ini berpotensi menetapkan target ROTCE hingga 15% pada akhir dekade, seiring perbaikan kinerja operasional dan fokus bisnis yang lebih terarah.
Selain itu, investor juga mencermati potensi pencabutan sanksi pengawasan (consent order) yang dikenakan regulator AS sejak 2020, setelah kasus kesalahan transfer dana sebesar US$ 900 juta.
Manajemen menyebut sekitar 90% perbaikan terkait kepatuhan, manajemen risiko, teknologi, dan data telah diselesaikan.
Dari sisi bisnis, Citigroup akan menguraikan strategi lima lini utama, yakni Services, Banking, Markets, US Consumer Cards, dan Wealth Management.
Unit Services yang melayani korporasi multinasional menjadi kontributor utama dengan tingkat pengembalian mencapai 27% pada kuartal I-2026. Sementara itu, bisnis Banking dan Markets mencatat ROTCE sekitar 15%.
Salah satu fokus utama adalah meningkatkan kinerja bisnis wealth management yang saat ini mengelola aset sebesar US$ 1,3 triliun dengan tingkat pengembalian sekitar 10,8%.
Sebagai perbandingan, pesaing seperti Morgan Stanley mencatat margin laba hingga 30,4% di segmen serupa.
Untuk mengejar ketertinggalan, Citigroup mengandalkan pertumbuhan organik dan pemanfaatan AI guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
Perusahaan juga telah meluncurkan inisiatif AI bernama “Sky” yang diklaim mampu meningkatkan skala operasional dan kinerja bisnis.
Fraser menegaskan, AI tidak hanya berfungsi untuk otomatisasi, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan pendapatan melalui inovasi seperti agentic commerce.
“Kami optimistis dapat meningkatkan kinerja wealth ke level yang lebih kompetitif,” ujarnya.











