PRESSCORNER.ID – BENGALURU. Kinerja sektor manufaktur India masih menunjukkan ekspansi pada April 2026, meski laju pertumbuhannya belum pulih signifikan dan tetap berada di dekat level terendah dalam empat tahun terakhir. Lemahnya permintaan domestik serta lonjakan biaya bahan baku akibat konflik di Timur Tengah masih menjadi beban utama aktivitas industri.
Reuters (4/5) melaporkan, berdasarkan survei S&P Global yang dirilis Senin (4/5), indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur India versi final HSBC naik menjadi 54,7 pada April, dari 53,9 pada Maret. Namun angka tersebut lebih rendah dibanding estimasi awal sebesar 55,9.
Sebagai catatan, level PMI di atas 50 menandakan ekspansi, sedangkan di bawah 50 menunjukkan kontraksi. Artinya, sektor manufaktur India masih bertumbuh selama hampir lima tahun beruntun, meski momentumnya kini melambat.
Kenaikan output produksi dan pesanan baru tercatat menjadi yang paling lambat kedua sejak pertengahan 2022. Pelaku usaha menilai persaingan yang ketat, perlambatan permintaan, serta dampak konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi faktor penekan utama.
Di sisi lain, tekanan biaya produksi meningkat tajam. Harga bahan baku, khususnya energi dan bahan bakar, melonjak ke level tertinggi sejak Agustus 2022. Kondisi ini mendorong produsen menaikkan harga jual produk dengan laju tercepat dalam enam bulan terakhir.
Meski demikian, permintaan dari pasar luar negeri memberi sedikit angin segar. Pesanan ekspor tumbuh pada laju tercepat dalam tujuh bulan, menandakan daya saing produk manufaktur India masih cukup terjaga di pasar global.
Menariknya, perusahaan tetap melakukan perekrutan tenaga kerja baru dengan laju tercepat dalam 10 bulan terakhir. Hal ini menunjukkan pelaku industri masih menyiapkan kapasitas produksi untuk mengantisipasi perbaikan permintaan ke depan.
Optimisme pelaku usaha juga tetap tinggi. Survei menunjukkan sentimen bisnis mencapai level tertinggi kedua sejak November 2024, mencerminkan keyakinan bahwa tekanan saat ini bersifat sementara dan prospek pertumbuhan masih terbuka.











