BeritaInternasional

Serangan Drone Rusia ke Pelabuhan Ukraina Meningkat, Lebih dari 800 Drone Digunakan

Avatar photo
4
×

Serangan Drone Rusia ke Pelabuhan Ukraina Meningkat, Lebih dari 800 Drone Digunakan

Sebarkan artikel ini
Serangan Drone Rusia ke Pelabuhan Ukraina Meningkat, Lebih dari 800 Drone Digunakan


PRESSCORNER.ID – KYIV. Pemerintah Ukraina melaporkan peningkatan signifikan serangan Rusia terhadap infrastruktur pelabuhan di wilayahnya sepanjang tahun ini.

Kyiv menyebut Moskow telah menggunakan lebih dari 800 drone dalam serangan terhadap fasilitas pelabuhan pada empat bulan pertama 2026, atau lebih dari 10 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan serangan ini menambah tekanan terhadap sektor logistik dan perdagangan Ukraina, yang sangat bergantung pada jalur laut untuk menjaga arus ekspor di tengah konflik berkepanjangan dengan Rusia.

Pemerintah menegaskan bahwa keberlanjutan operasional pelabuhan di wilayah selatan, khususnya di kawasan Odesa, menjadi sangat krusial bagi perekonomian masa perang. Pelabuhan tersebut berperan penting dalam menyalurkan ekspor utama Ukraina, terutama komoditas biji-bijian serta sejumlah kecil logam, yang menjadi sumber devisa negara.

Meski menghadapi serangan intensif, Menteri Infrastruktur Ukraina Oleksii Kuleba menyatakan bahwa lebih dari 30 juta metrik ton kargo tetap berhasil diproses melalui pelabuhan Ukraina sejak awal tahun.

Wilayah selatan Ukraina diketahui hampir setiap hari menjadi sasaran serangan Rusia dalam beberapa bulan terakhir. Otoritas setempat secara rutin melaporkan kerusakan pada infrastruktur pelabuhan, gudang penyimpanan, dan fasilitas logistik penting lainnya.

Sejak dimulainya invasi besar-besaran Rusia pada Februari 2022, Kyiv mencatat lebih dari 900 fasilitas pelabuhan telah rusak atau hancur sebagian akibat serangan, termasuk 177 kapal sipil.

Data bank sentral Ukraina juga menunjukkan bahwa ekspor barang secara tahunan hanya tumbuh 0,6% pada Maret, mencerminkan tekanan besar terhadap sektor perdagangan luar negeri di tengah situasi perang.